Mengenal Ayam Arab

Rabu, 12 Desember 2018, 07:19 WIB

Ayam arab. | Sumber Foto: BPTU-HPT Sembawa

AGRONET - Ayam arab merupakan keturunan dari ayam Brakel Kriel-Silver dari Belgia. Disebut ayam arab karena pejantannya memiliki kemampuan reproduksi yang tinggi dan awal masuk ke Indonesia dari telurnya yang dibawa oleh orang-orang yang pulang dari menunaikan ibadah haji.

Ayam arab memiliki produksi telur yang tinggi, mencapai 250-260 butir per tahun dengan berat 40-45 gram. Bahkan pada puncak produksi dengan mengintensifkan bisa mencapai 80 Persen. 

Volume telur kuning lebih besar, mencapai 53,2 persen dari total berat telur. Warna kerabang bervariasi, putih, kekuningan, dan coklat. Meski warna kulitnya bagus tapi dagingnya kurang disukai masyarakat.

Ayam arab mudah dikenali dari bulunya, seluruh leher mengkilap putih, bulu punggung putih berbintik hitam, bulu sayap hitam bergaris putih, dan bulu hitam berkulit tinggi bercampur putih. Jenggernya bentuk kecil berwarna merah muda dan mata hitam dengan lingkar warna kuning.

Ciri lain ayam arab adalah pejantannya pada umur 1 minggu sudah tumbuh jengger. Tinggi ayam arab dewasa mencapai 35 cm dengan berat 1,5-2 kg. Kepalanya memiliki jengger gerak tunggal dan bergerigi. Suara kokok jantan sangat nyaring.

Ayam arab betina dewasa tingginya mencapai 25 cm dengan berat 1,0-1,5 kg, berbulu tebal, berjengger dan bergerigi. Selama masa produksi antara 6 bulan hingga 1,5 tahun, ayam arab betina terus-menerus bertelur, rata-rata setiap hari menghasilkan telur. Ayam betina induk tidak memiliki sifat mengeram. 

Keunggulan lain ayam arab:
- Harga DOC tinggi dibandingkan ayam kampung biasa. 
- Berat telur 40-45 gram. 
- Warna kerabang telur putih. 
- Harga induk tinggi. 
- Masuk ayam tipe kecil. Konsumsi pakan relatif lebih sedikit.  
- Libido seksualitas jantan lebih tinggi, mudah dikawinkan, dalam 15 menit bisa tiga kali kawin. 
- Bisa untuk perbaikan ayam buras dan waktu bertelur panjang.

Kelemahan ayam arab: 
- Warna kulit dan daging hitam Harga afkirnya kurang bagus. 
- Sifat mengeramnya tidak ada, jadi harus ditetaskan di mesin tetas atau menggunakan ayam lain. 
- Harus dipelihara secara intensif untuk mendapatkan hasil yang maksimal. (BPTU-HPT / 591)