Survei China Gezhoba : Kaltara Potensi di Pertanian

Selasa, 24 Oktober 2017, 22:48 WIB

Gubernur Kaltara, Dr. H. Irianto Lambrie berfoto bersama investor dari China, usai membahas potensi investasi sektor pertanian di Kaltara

AGRONET –Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Irianto Lambrie menerima tamu dari China Gezhoba Group, yang dipimpin oleh salah satu general manager-nya, Mr. Shen Wenbo, di rumah dinasnya, Minggu (22/10). Kedatangan tim dari China Gezhoba Group ini, kata Irianto, sebagai tindak lanjut pertemuan di Jakarta beberapa hari lalu. Kedatangan China Gezhoba Group untuk melakukan survey, terkait rencana berinvestasi di Kaltara.

”Ada beberapa yang disampaikan tadi. Menurut mereka, Kaltara memiliki potensi besar untuk pengembangan pertanian, dan industrinya. Mereka bilang sangat possible. Saya tanyakan kepada tim ini, apa yang anda butuhkan, lahan? Kemudian akan bangun apa, investasi di bidang apa? Apa yang bisa lakukan kita siap fasilitasi. Yang pasti saya tekankan, adalah keseriusan mereka, untuk bisa cepat merealisasikan,” tandasnya.

Gubernur mengatakan, hasil dari survey awal yang dilakukan oleh tim, nanti akan dilaporkan ke pimpinan tertinggi di China Gezhoba Group, untuk selanjutnya mengambil keputusan. ”Nanti juga akan ditindaklanjuti dengan melakukan survey lebih mendalam lagi,” ujar Irianto.

Diungkapkan, selain di bidang pembangkit listrik, China Gezhoba Group juga berpengalaman di bidang-bidang lain. Seperti industri dan juga pertanian. ”Mereka katakan, Kaltara punya potensi besar di bidang pertanian. Namun nanti akan dilakukan survey yang lebih detail,” imbuhnya.

Seperti diketahui, perusahaan raksasa asal Tiongkok, China Gezhouba Group International Engineering Co. Ltd menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Kaltara. China Gezhouba Group merupakan salah satu perusahaan yang membangun bendungan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) terbesar di dunia. Yaitu Three Gorges di China, yang mampu menghasilkan listrik 22.500 Megawatt (MW).

”Dari penjualan listrik PLTA Three Gorges, perusahaan ini memperoleh pendapatan rata-rata sebesar 20 juta dolar AS per hari,” ungkapnya. Selain bergerak di bidang kelistrikan, lanjut gubernur, perusahaan ini juga memiliki bisnis di bidang pembangunan infrastruktur, konstruksi, industri, dan pertanian.

Dikatakan Irianto, China Gezhouba Group berminat melakukan investasi di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi. ”Perusahaan ini masuk dalam skema One Belt One Road (OBOR) - Belt Road Initiative (BRI), kerjasama ekonomi antara Indonesia - Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Sebagai tindak lanjutnya, nanti tim mereka akan berkunjung ke Kaltara untuk melakukan survei penjajakan awal. Rencananya nanti pada 22 sampai 24 Oktober,” ujarnya. (Humas Pemprov Kaltara/111)

 

BERITA TERKAIT