Rumput Laut Merah sebagai Bahan Baku Agar Media

Rabu, 20 Desember 2017, 06:26 WIB

Mahasiswa IPB Ciptakan Agar Media dari Rumput Laut | Sumber Foto:Humas IPB

AGRONET - Rumput laut Gracilaria merupakan rumput laut merah penghasil agar-agar yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Pemanfaatan rumput laut jenis ini masih didominasi dalam bentuk rumput laut kering untuk ekspor. Padahal rumput laut Gracilaria memiliki sifat kekuatan gel yang berpotensi dijadikan bahan agar media.

Keperluan agar media di Indonesia saat ini, masih menggunakan agar media impor. Maka, pengembangan potensi agar media di dalam negeri harus ditingkatkan untuk menekan angka impor produk olahan rumput laut seperti agar media.

Hal ini mendasari Elis Irma Ratnasari, Mahasiswa Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan penelitian mengkarakterisasi agar media dari rumput laut Gracilaria gracilis yang diambil dari beberapa lokasi perairan di Indonesia. Judul penelitiannya: Karakteristik Agar Media Gracilaria gracilis dari Tiga Lokasi Perairan di Indonesia. Elis melakukan penelitian bersama tim peneliti dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dibawah bimbingan Prof. Dr Ir Joko Santoso, MSi dan Muhammad Darmawan, MT.

“Saat ini informasi mengenai sifat agar rumput laut Gracilaria dari perairan Indonesia masih terbatas. Agar yang diekstrak dari rumput laut, salah satunya bisa dijadikan media untuk pertumbuhan bakteri dan mikroba lain seperti kapang dan khamir. Hal ini mendorong saya untuk melakukan penelitian tentang karakteristik agar media dari rumput laut jenis ini,” ungkap Elis.

Elis menyampaikan bahwa negara Indonesia memiliki potensi sumber daya alam sangat melimpah, didukung dengan adanya para pemikir yang luar biasa. Potensi ini seharusnya bisa membuat Indonesia sejahtera dari sisi pengembangan mikrobiologi, karena Indonesia adalah penghasil rumput laut terbesar kedua di dunia.

Pada penelitiannya, Elis mengambil contoh rumput laut Gracilaria gracilis dari tiga lokasi berbeda yaitu Kabupaten Karawang, Kabupaten Brebes, dan Kota Palopo. Hasil penelitiannya menunjukkan agar media yang dihasilkan memiliki kekuatan gel yang tinggi. Pada sampel Karawang, kekuatan gel yang dihasilkan yaitu 544,8 g/cm2, pada sampel Brebes yaitu 1.016,15 g/cm2, dan sampel Palopo sebesar 962,54 g/cm2.

Kekuatan gel yang tinggi disebabkan berkurangnya kadar sulfat pada agar media akibat praperlakuan alkali. Pada pengujian mikrobiologi, Elis menambahkan bakteri yang diambil dari ikan kembung pada agar media. Ketiga sampel agar media dapat dijadikan bahan pemadat dalam media pertumbuhan bakteri,berdasarkan pertumbuhan bakteri dalam agar media tersebut.

Elis berharap hasil penelitiannya dapat memberikan informasi mengenai pemanfaatan rumput laut merah Gracilaria gracilis sebagai bahan baku dalam pembuatan agar media. Menurutnya, masih banyak rumput laut di berbagai wilayah perairan Indonesia yang perlu dieksplor dan dikembangkan. “Saya berharap pemerintah dapat mendukung pengembangan ini, mengingat penelitian seputar hal ini memerlukan biaya yang tidak sedikit,” jelasnya. (Humas IPB/111)

Komunitas