Naik Kapal Selam, Giliran Menteri Susi “Ditenggelamkan”

Jumat, 12 Januari 2018, 08:49 WIB

Panglima TNI ajak Menteri Susi masuk ke kapal selam. | Sumber Foto:KBRN

AGRONET - Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengajak sejumlah pejabat tinggi negara merasakan sensasi menaiki Kapal Selam KRI Nagapasa-403. Pejabat tersebut meliputi Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, Menteri Pehubungan, Budi Karya Sumadi, Menteri Luar Negeri, Retno Lestari Priansari Marsudi, dan Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Para Menteri dan pejabat setingkat Menteri di Kabinet Kerja itu berada di dalam kapal selam selama kurang lebih 60 menit, dan dengan kedalaman 30 meter di bawah permukaan laut perairan Benoa, Bali, Rabu (10/1/2018). Tidak sebatas itu, para pejabat tinggi negara juga diajak melihat pola pengoperasian seluruh alat yang ada di dalam kapal selam buatan Korea Selatan tersebut.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti ditemui wartawan menyampaikan kesannya selama berada didalam kapal selam milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut itu. "Tadi Pak Tito (Kapolri) bilang, kali ini Bu Susi ditenggelamin sama Pak Kasal (Kepala Staf Angkatan Laut)," ungkapnya.

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada kesempatan yang sama juga menyampaikan perasaannya ketika berada di kapal selam. Jenderal bintang empat yang 32 tahun bertugas di TNI Angkatan Udara ini mengakui perbedaan sensasi antara menaiki pesawat terbang dengan kapal selam. "Ya sensasinya memang berbeda, naik pesawat, naik kapal atas permukaan, maupun kapal bawah permukaan. Yang lebih tajam sensasinya adalah naik kapal selam," katanya.

Perbedaan krusial menaiki kapal selam menurut Hadi Tjahjanto, dimulai dari banyaknya prosedur yang harus dipenuhi. Tidak hanya itu, ruangan sempit, dan keputusan yang tepat dalam mengemudikan kapal berukuran panjang 61,3 meter dengan kecepatan 21 knot di bawah air tersebut, memberikan sensasi tersendiri bagi dirinya.

"Kita merasakan betapa begitu kita masuk ke dalam, apa yang harus dilakukan di sana, kita juga merasakan sensasinya itu. Memang saya akhirnya memahami bahwa para kru kapal selam itu mendingan menyelam, daripada di permukaan. Karena kalau di dalam itu sama sekali tidak ada ombak, itu yang kita rasakan. Nyaman. Tetapi memang hanya kita ikut menyelam beberapa menit saja, kita merasakan betapa prajurit kapal selam ini harus memang menjadikan perhatian untuk kita," imbuhnya. (KBRN/111)