DPD tak Setuju Impor Jagung

Rabu, 07 Pebruari 2018, 14:32 WIB

Tanaman jagung siap panen.

AGRONET-Dewan Perwakilan Daerah (DPD) tak sepakat dengan rencana pemerintah untuk mengimpor jagung. DPD juga mengimbau seluruh pihak terkait agar ikut menolak rencana pemerintah tersebut.

Anggota DPD asal Nusa Tenggara Barat, Baiq Diyah Ratu Ganefi, mengutarakan pemerintah tak punya perhitungan matang terhadap rencana impor jahung tersebut. “Tak ada data kebutuhan jagung di setiap daerah tetapi pemerintah telah memutuskan untuk mengimpor,” kata dia dalam jumpa pers Komite II DPD kemarin (6/2) di Jakarta.

Ia mencontohkan, produksi jagung di NTB sudah sangat mencukupi kebutuhan pasar di sana. Ratu Ganefi yakin, jika jadi dilaksanakan, impor jagung itu akan merugikan petani.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Komite II DPD, Parlindungan Purba. Menurut Purba, DPD aan engirimkan surat protes kepada pemerintah. Tak hanya itu, DPD juga akan mengundang kementerian terkait untuk melakukan pertemuan khusus yang membahas soal itu.

Purba berpendapat dasar kebijakan impor jagung oleh pemerintah tidak valid. Bahkan menurut dia, data pasokan jagung yang dimiliki antarkementerian pun tak sama. Dalam penngamatan Purba, harga jagung di daerah masih dalam batas wajar. Ini artinya, pasokan jagung masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

 “Kalau harga jagng sedikit naik, biar saja itu dinkmati petani. Kalau harga dan pasokan masih wajar, lau apa yang menjadi dasar pemerintah untuk mengimpor jagung,” kata senator dari Sumatra Utara ini.

Adapun anggota DPD asal Maluku, Anna Latuconsina, akan meminta pemerintah daerah untuk menolak masuknya jagung impor ke daerah. Menurut dia, program pemerintah dalam kaiatannya dengan peningkatan produksi pertanian gagal lantaran pemerintah terus melakukan impor bahan pangan seperti beras, garam, kedelai, dan dan jagung.

Anna meminta pemerintah lebih cermat lagi dalam melakukan perhitungan pasokan pangan. Selain itu, dia menginngatkan, hendaknya pemerintah memiliki keberpihakan pada petani. (442)

BERITA TERKAIT

Komunitas