Petani Juga Tolak Impor Jagung

Rabu, 07 Pebruari 2018, 15:33 WIB

Pasokan jagung lokal telah mencukupi menjelang panen raya.

AGRONET-Petani jagung juga menyuarakan penolakannya atas rencana pemerintah untuk mengimpor komoditas tersebut.   Menurut mereka, impor jagung hanya akan menyusahkan petani.

Ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI), Shollahudin, menegaskan kebijakan impor jagung itu tidak tepat. “Sebentar lagi akan panen raya jagung, untuk apa impor? Kami tak setuju kebijakan Kemendag untuk mengimpor jagung,” ujarnya kemarin di Jakarta.

Dia berpendapat, mestinya pemerintah menyiapkan fasilitas yang diperlukan petani jagung saat panen aya nanti. Misalnya, pemerintah mengantisipasi sehingga harga jagung tidak anjlok dan juga memberikan jaminan agar semua produksi jagung bisa terserap pasar. Pemerintah juga bisa memberi fasilitas bagi pengeringan dan penyimpanan jagung yang memadai. Ini dilbutuhkan agar kualitas jagung tetap terjaga.

Hal serupa disampaikan oleh Ketua Gerakan Pemuda Tani (Gempita) Garut, Dendi Ryadi Ranudinata. Dengan mengatasnamakan petani jagung, dia menjelaskan, bahwa produksi jagung dalam negeri saat ini sudah mencukupi. Dengan dalih ini, maka impor jagung sam sekali tidak dibutuhkan.

Dendi  mengingatkanperlunya komitmen pamerintah terhadap petani. “Pemerintah harus mengupayakan agar petani sejahtera,” tegasnya.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, menambahkan agar pemerintah juga bergerak ke arah tercapainya kedaulatan pangan. Ini hanya bisa dilakukan jika produksi pangan dalam negeri mendapat perhatian besar. “Kalau sampai impor, berarti eman tidak memihak kepada petani,” kilahnya.

Menurut Dirjen Tanaman Pangan Kementen, Sumardjo Gaot, impor jagung nanti hanya akan menggerus komoditas lokal. Secara otomatis, harga jagung lokal akan anjlok.

Sebelumnya, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Oke Nurwan, menyatakan kebijakan impor jagung bukanlah untuk memenuhi kebutuhan pangan. Impor ini, jelasnya, justru untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri yang memang tak bisa dipenuhi oleh jagung lokal. (442)

BERITA TERKAIT

Agronesia Utama
Komunitas