Nelayan Aceh Keluhkan Banyaknya Kapal Asing Pencuri Ikan

Minggu, 11 Pebruari 2018, 16:55 WIB

Para nelayan mengadu ke gubernur perihal banyaknya kapal asing yang masuk ke perairan Aceh dan melakukan pencurian ikan.

AGRONET - Sejumlah perwakilan nelayan berjumpa dengan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. Mereka mengeluhkan minimnya penghasilan para nelayan akibat maraknya pencurian ikan di laut Aceh. Ketua Koperasi Nelayan Pintar, Sabri, mengatakan nelayan Aceh tidak bisa berbuat apa-apa saat melihat kapal-kapal besar milik asing menjarah ikan di lepas pantai Aceh.

"Ini karena berbagai keterbatasan kami. Kami tidak punya alat komunikasi. Seharusnya kita bisa melapor ke pihak berwenang di darat dan bisa segera direspon," ujar Sabri, Sabtu (10/02). Menurut dia, kapal-kapal asing yang kerap menangkap ikan di perairan Aceh memiliki bobot besar serta dilengkapi peralatan canggih.

"Jangankan mengusir, mendekat saja kita tidak berani," ujarnya. Para nelayan yang meminta Irwandi untuk memperhatikan nasib nelayan dengan menghentikan penjarahan tersebut. Selain mengadu adanya tindak pencurian di laut Aceh, para nelayan juga meminta Irwandi untuk mengukuhkan unit Koperasi Nelayan Pintar yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Aceh.

jumlah nelayan yang bernaung di bawah koperasi tersebut lebih dari 5.000 orang. Mereka meminta untuk mengelola cold storage (ruang pendingin ikan) yang dibangun menggunakan APBN yang terdapat di Tempat Pelelangan Ikan, Lampulo Banda Aceh. Dalam pertemuan, Irwandi mengatakan, Pemerintah Aceh sudah memiliki program khusus meningkatkan perekonomian nelayan, termasuk menjaga kedaulatan laut Aceh dari kapal-kapal asing.

Salah satu langkah yang ditempuh untuk menghalau pencurian ikan adalah membeli pesawat yang akan bertugas melakukan patroli melalui udara. Namun, usulan pembelian pesawat sampai saat ini masih ditentang oleh sejumlah pihak.

"Padahal, ini bukan untuk saya. Ini untuk Aceh, untuk menyelamatkan hasil laut Aceh," ujar Irwandi di hadapan para nelayan, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin, Kepala Biro Perekonomian, M Raudhi, dan perwakilan dari Dinas Koperasi Aceh. (KBRN/111HF)

Agronesia Utama
Komunitas