Mentan Ajak Anak Muda Jadi Petani

Minggu, 11 Pebruari 2018, 18:08 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat membacakan orasi kebangsaan dengan tema Memuliakan Petani.

AGRONET - Di hadapan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kalimantan Selatan dan mahasiswa pertanian se-Kalimantan Selatan, Menteri Pertanian Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP menyampaikan orasi kebangsaan dengan tema "Memuliakan Petani dengan Gebrakan Revolusi Mental dan Sistem Anggaran Wujudkan Swasembada Pangan”. Ketua DPN HKTI, yang juga Kepala Staf Presiden, Jend  Purn Moeldoko sengaja mengundang mentan untuk melakukan orasi kebangsaan dalam rangka Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Pengurus HKTI se-Provinsi Kalimantan Selatan. Moeldoko, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih dan rasa hormatnya kepada mentan yang bersedia hadir di tengah-tengah ketatnya jadwal tugas.

"HKTI di bawah kepemimpinan saya tidak boleh main politik praktis. HKTI mitra strategis pemerintah, bersinergi dengan Kementerian Pertanian, mendukung pemerintah yang memproritaskan petani, seperti saat ini,. Dengan menteri pertanian yang muda, energik dan visioner, terbukti kita mampu tidak impor beras, jagung, dan bawang merah,” ujar Moeldoko, Sabtu (10/2).

Sementara itu, dalam orasi kebangsaannya, Amran Sulaiman memaparkan tentang "Muliakan Petani". "Kami ditunjuk jadi pembantu presiden, dengan target dalam 3 tahun harus menyelesaikan 3 juta hektare irigasi serta meningkatkan produksi pangan, yang 70 tahun lebih selalu impor. Bawang merah diimpor 72.000 ton setiap tahun sebelum kami jadi menteri, jagung 3,6 juta ton, setara dengan 12 triliun setiap tahunnya,” jelas Amran.

Menurut Amran, saat ini 70 persen anggaran telah difokuskan untuk kebutuhan petani. Pengadaan tidak lagi melalui lelang yang bisa memakan waktu lama serta membuat banyak pengadaan tidak tepat waktu. Sejak 2015, anggaran difokuskan untuk alat mesin pertanian, pompa air, dan benih.

“Presiden Jokowi mengimbau untuk mencintai petani. Semua usulan Kementerian Pertanian disetujui dan selalu mewanti-wanti jangan pernah menyakiti petani. Makanya saya tuliskan "Muliakan Petani". Revolusi mental kami mulai dengan mengubah sistem rekrutmen "pejabat" di lingkup Kementerian Pertanian. Siapa saja bisa jadi pejabat, yang penting mampu melaksanakan tugas,” tambahnya.

Amran juga menjelaskan capaian Kementerian Pertanian yang berhasil menyelesaikan irigasi 3 juta hektare hanya dalam waktu 1,5 tahun. Jagung yang selama ini impor hingga 3,6 juta ton, sekarang sudah ekspor. "Bahkan kita dalam waktu dekat akan ekspor jagung ke Fiilipina, beras sudah 3 tahun ini kita tidak pernah impor yang dulu minimal 1 juta ton kita impor,” katanya.

Indonesia sudah ekspor beras ke Papua Nugini dan Malaysia dan juga ekspor bawang merah 5.600 ton ke 6 negara. “Ini sejarah baru buat Indonesia. Wartawan, mohon ditulis itu, kita ini bangsa yang besar, anak-anakku, generasi muda, mahasiswa bila ingin jadi konglomerat, ayo sini, bergabung jadi petani,” ajak Amran, yang pada akhir orasi melakukan dialog dengan petani dan meninjau ekspos keberhasilan produksi petani HKTI serta foto bersama. (Biro Humas dan Informasi Publik Kementan/111)