Nepal Belajar Program UPSUS Kementan

Senin, 12 Pebruari 2018, 22:34 WIB

Delegasi dari Negara Nepal kunjungi Indonesia untuk belajar tentang program UPSUS kepada Kementerian Pertanian.

AGRONET - Program UPSUS yang dijalankan oleh Kementerian Pertanian menarik perhatian delegasi dari Negara Nepal. Kunjungan 12 delegasi dari High Value Agricultural Project (HPAV) IFAD–Nepal ke Indonesia dilakukan dalam rangka kegiatan Study Visit Program on Agricultural Value Chain Development, pada tanggal 29 Januari s.d. 3 Februari 2018.

Salah satu tujuan kunjungan adalah mempelajari langsung peran dan kebijakan stake holders dalam pengembangan dan akses pembiayaan sektor pertanian di Indonesia. Delegasi dari Negara Nepal dipimpin oleh Joint Secretary Ministry of Agricultural Development Nepal, Mr. Kashi Raj Dahal, dan Project Manager HVAP, Mr. Rajendra Prasa Bhari.

Para tamu diterima oleh Kepala Biro Perencanaan Kementerian Pertanian, Dr. Kasdi Subagyono, serta Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dr. Nasrullah. Diskusi dipandu oleh Biro Kerja Sama Luar Negeri dan dihadiri oleh seluruh perwakilan eselon I dari lingkup Kementerian Pertanian. Pada pertemuan tersebut, kepala Biro Perencanaan menyampaikan program dan rencana strategis Kementerian Pertanian periode 201 – 2019 dan khususnya program Upaya Khusus (UPSUS) tujuh komoditas prioritas yakni padi, jagung, kedelai, cabe, bawang, daging, dan tebu.

Ketua delegasi Nepal yang mendengarnya langsung takjub dengan capaian produksi 6 dari 7 komoditas prioritas yang meningkat signifikan pada tahun 2017 dan tahun sebelumnya. Dari data yang didapat, di antaranya padi mengalami peningkatan sebesar 2,56 persen, jagung meningkat 18,53 persen, cabai meningkat 14,5 persen, tebu meningkat 10,91 persen, bawang meningkat 3,26 persen, dan daging yang meningkat sebesar 2,56 persen.

“Ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam meningkatkan produksi di bidang pertanian dan membangun masyarakat,” jelas Mr. Kashi Raj Dahal. Topik lain yang dibahas adalah masalah kesehatan hewan, yakni tentang bagaimana penanganan wabah dan kerentanan penyakit hewan, khususnya penyakit jembrana.

Masalah asuransi pertanian juga menjadi hal pembahasan yang menarik dan ditelisik oleh delegasi Nepal. Menuru mereka, asuransi pertanian adalah sesuatu yang baru dalam hal perlindungan kepada para petani. Di akhir pertemuan, para tamu diajak mengunjungi salah satu proyek Sistem Pertanian Terintegrasi (SIMANTRI) di Bali, dalam rangka meningkatkan pemahaman secara komprehensif berkaitan dengan pemberdayaan kelompok petani lokal. (Biro Humas dan Informasi Publik Kementan/111)