Amran Nilai Rencana Brasil Ekspor Daging Ayam Belum Tepat Waktunya

Selasa, 13 Pebruari 2018, 16:27 WIB

Pertemuan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan Wakil Menteri Pertanian Brazil, H.E. Mr. Eumar Roberto Novacki, di kantor Kementan.

AGRONET – Di ruang kerjanya, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menerima kunjungan Wakil Menteri Pertanian Brasil,  H.E. Mr. Eumar Roberto Novacki. Amran didampingi staf ahli bidang perdagangan dan hubungan internasional, Mat Syukur, staf tenaga ahli menteri bidang tata hubungan kerja lingkup Kementan, Baran Wirawan, dan staf khusus menteri bidang hubungan masyarakat, Amir Patti.

Hadir pula untuk mendampingi Eumar Roberto, Director of Non-Tariff Negotiation, Mr. Alexandre Pontes Pontes, serta Secretary of Agricultureof the State of Rio Grande do Sul, Mr. Ernani Polo. Pertemuan ini digunakan Amran untuk meminta dukungan kepada Brasil terkait banyaknya kampanye negatif yang dilakukan Uni Eropa terhadap komoditas sawit Indonesia.

Ada 30 juta masyarakat Indonesia yang bergantung secara langsung pada sektor komoditas sawit. “Gangguan terhadap sawit akan menyebabkan hilangnya sumber pencaharian 30 juta penduduk yang dapat memicu kerawanan sosial. Pada gilirannya ini dapat mendorong mereka melakukan perambahan hutan kembali dan perusakan lingkungan yang lebih parah,” jelas Amran.

Amran menyambut baik keinginan pihak Brasil untuk mengekspor ternak sapi indukan. Ekspor tersebut sangat membantu meningkatkan populasi sapi dan kemandirian serta memenuhi kebutuhan protein. Brasil diajak untuk berinvestasi pada pengembangan ternak sapi di Indonesia.

Brasil berharap bisa melakukan ekspor daging ayam ke Indonesia. Namun, Amran mengatakan bahwa kondisi tersebut belum tepat, mengingat Indonesia saat ini mengalami surplus daging ayam bahkan, sudah melakukan ekspor ke 6 negara.

“Ekspor daging ayam Brazil ke Indonesia dapat mengganggu sistem produksi yang sudah terbentuk dan berjalan dengan baik. Kami mengundang Brasil untuk melakukan investasi pada sektor pengolahan daging ayam serta industri pengolahan pakan ternak,” kata Amran.

Eumar Roberto merasa penting menjalin kerja sama bilateral bidang pertanian melalui pengaktifan kembali forum Consultative Committee on Agriculture (CCA). Ini sebuah forum yang akan membahas berbagai isu bidang pertanian. Indonesia dan Brasil juga sepakat melakukan kerja sama bidang riset dan teknologi serta fasilitasi akses pasar untuk komoditas buah. (Biro Humas dan Informasi Publik Kementan/111)


Agronesia Utama
Komunitas