Indonesia Tawarkan Obat Hewan, Brasil Tawarkan Daging Sapi

Selasa, 13 Pebruari 2018, 16:37 WIB

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), I Ketut Diarmita menerima kunjungan Wakil Menteri Pertanian Negara Brasil, Eumar Roberto Novacki, Senin (12/2), di kantor Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.

AGRONET - Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), I Ketut Diarmita, menerima kunjungan Wakil Menteri Pertanian Negara Brasil, Eumar Roberto Novacki, Senin (12/2), di kantor Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan. Pertemuan tersebut adalah tindak lanjut dari hasil pertemuan antara Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dengan Eumar Roberto di pagi harinya, di hari yang sama, di kantor Kementerian Pertanian.  

“Pertemuan ini untuk menjalin hubungan bilateral dua negara agar makin erat, serta untuk  memanfaatkan peluang kerjasama yang dapat dilakukan oleh kedua negara,” ungkap I Ketut Diarmita. Pertemuan membahas beberapa penawaran kerja sama dari Brasil. Di antaranya, Brasil ingin melakukan kerja sama dalam memenuhi kekurangan pasokan daging sapi di Indonesia.

Brasil melihat  konsumsi protein hewani di Indonesia saat ini masih sangat rendah bila dibandingkan dengan negara anggota ASEAN lainnya, sehingga perlu ditingkatkan. “Mereka sampaikan, bahwa di salah satu negara bagian Brasil memiliki populasi 14 juta ekor sapi dengan sistem pemeliharaan yang efisien, sehingga harga daging sapi di negara mereka dapat lebih murah,” jelas I Ketut.

Brasil mengundang Indonesia untuk melihat langsung sistem kesehatan hewan dan jaminan keamanan pangan di negaranya. Brasil juga menawarkan kerja sama dalam perbaikan mutu genetik, pakan, food safety dan treacibility. Indonesia sendiri memang masih memerlukan pasokan sapi dari negara lain, mengingat produksi dalam negeri masih belum mencukupi.

Pertemuan tersebut digunakan oleh Indonesia untuk menawarkan ekspor obat hewan ke Brasil. Mengingat, Indonesia saat ini sudah mengekspor ke 57 negara dengan nilai Rp 27,674 triliun pada tahun 2017. Selain kerja sama meningkatkan mutu genetik pada sapi, Indonesia juga ingin mengembangkan jenis rumput dari Brasil, serta mendatangkan investor Brasil untuk membangun breeding farm di Indonesia.

“Kami juga ingin orang-orang Indonesia diberikan kemudahan untuk dapat belajar tentang breeding dan manajemen pakan ternak di Universitas Brasil,” ungkap I Ketut. Eumar Roberto menyampaikan kesiapannya untuk bertukar teknologi dengan Indonesia serta mengaktifkan working group antar dua negara ini.

Eumar Roberto menekankan bahwa niatnya mengekspor tidak untuk menyaingi produksi dalam negeri Indonesia, tetapi untuk mengisi kekurangan pasokan dalam meningkatkan konsumsi protein hewani. Brasil berharap bisa membantu Indonesia dalam mengembangkan peternakan nasional. (Biro Humas dan Informasi Publik Kementan/111)