Sergap Sumsel Targetkan Hasil Panen 7.500 Ton Per Hari

Selasa, 13 Pebruari 2018, 16:40 WIB

Serap gabah petani mampu membantu meringankan beban para petani ketika harga gabah sedang anjlok.

AGRONET - Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, memberi pengarahan saat Rapat Koordinasi Serap Gabah Petani (Sergap) di Sumatra Selatan, Senin (12/2). Agung menjelaskan fungsi Sergap adalah membantu menyejahterakan para petani yang saat ini sedang merasakan anjloknya harga gabah.

Sergap juga bertujuan untuk meningkatkan cadangan pangan, yang akan dilakukan oleh Bulog. Penyerapan yang dilakukan oleh Bulog hingga Juni nanti menargetkan 2,2 juta ton, sesuai hasil rakortas Kemenko Perekonomian pada 15 Januari lalu.

Kegiatan Sergap telah melibatkan TNI dan BRI. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, Taufik Gunawan, mengakui bahwa Sergap sangat membantu petani. "Kegiatan Sergap ini sangat penting. Apalagi di beberapa daerah harga gabah di tingkat petani mengalami penurunan, bahkan ada yang mencapai Rp 4.200/kg GKP," tutur Taufik.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Aster Kasad, Brigjen Dudung Abdurachman, telah mengarahkan jajarannya untuk mengamankan dan membantu proses panen raya pada Februari hingga April. “Saat ini dandim harus mengetahui dan dapat memetakan daerah-daerah mana saja petani yang akan panen dan berapa jumlahnya. Semua harus siap,” tegas Dudung. Target dari Sergap di Sumatra Selatan sebanyak 7.500 ton per hari, yang tersebar di 17 kabupaten/ kota. (Biro Humas dan Informasi Publik Kementan/111)