Indonesia Australia Tandatangani Percepatan Dokumen Ekspor

Rabu, 14 Pebruari 2018, 18:51 WIB

Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini menandatangani Implementing Arrangement for the Exchange of Electronic Certification (e-Cert), antara Indonesia dan Australia di Melbourne Australia. | Sumber Foto:Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET - Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini menandatangani Implementing Arrangement for the Exchange of Electronic Certification (e-Cert), antara Indonesia dan Australia pada Rabu, (14/2) di Melbourne Australia.

“Pertukaran e-Cert Indonesia-Australia ini akan pangkas waktu proses pengiriman dokumen sertifikat. Sebelumnya perlu 5 bahkan 15 hari, kini bisa kurang dari 1 menit,” jelas Banun. Dokumen sertifikat yang sampai ke petugas karantina selanjutnya dianalisis lebih lanjut sebelum komoditas pertanian ekspor sampai di masing-masing negara.

Banun bertindak selaku co-chair pertemuan bilateral Working Group on Agriculture, Food and Forestry Cooperation (WGAFFC) ke-21 antara Indonesia dan Australia. Kabar ini telah disiarkan melalui kantor berita dari Australia. Pertemuan tahunan kerjasama Indonesia dan Australia untuk membahas kerja sama seputar pertanian, pangan dan kehutanan.

Pihak Australia diwakili oleh Louise Van Meurs dari Departement of Agriculture and Water Resources Australia. Dengan ditandatanganinya e-Cert ke depan, akses pasar komoditas pertanian dapat dipercepat melalui jaminan keaslian serta keakuratan sertifikat sanitari dan phitosanitari yang menyertai komoditas pertanian yang diperdagangkan oleh kedua belah pihak.

Selain itu juga, e-Cert mempercepat proses border clereance di pelabuhan agar komoditas pertanian yang mayoritas komoditi mudah rusak (perishable goods) dapat segera dirilis. Proses pertukaran e-Cert Indonesia dan Australia telah disetujui pada pertemuan WGAFFC ke-19 di tahun 2016 lalu. Setelah melalui proses harmonisasi serta uji coba kedua sistem yang diterapkan oleh masing-masing negara maka, pada pertemuan WGAFFC ke-21 tahun 2018 ini dapat dilakukan launching pertukaran e-Cert oleh kedua belah pihak.

Banun memastikan, sejak hari ini, pengiriman komoditas pertanian baik dari Indonesia maupun Australia sudah dapat diidentifikasi sebelum komoditas masuk ke Indonesia maupun ke Australia. Pertukaran saat ini khusus untuk e-Cert phitosanitari atau tumbuhan, dan dalam waktu dekat Banun akan segera mengembangkan pertukaran e-Cert komoditas lainnya seperti produk hewan. (Biro Humas dan Informasi Publik Kementan/111)