Gorontalo Ekspor Jagung ke Philipina Senilai 4 Triliun

Rabu, 14 Pebruari 2018, 19:37 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran hadiri pelepasan ekspor jagung ke Philipina. | Sumber Foto:Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman bersama Gubernur Gorontalo, Ketua KPPU, Syarkawi Rauf dan Wakil Ketua Komisi IV, Roem Kono melepas 57.650 ton dari total 100 ribu ton  jagung dengan tujuan ekspor ke Philipina. Amran, dalam sambutannya, mengucapkan rasa syukur karena Indonesia sudah mampu mengekspor. Padahal, menurut Amran, di tahun 2015 lalu, Indonesia masih melakukan impor 3,6 juta ton.

"Hari ini, syukur alhamdulillah, kita bisa ekspor jagung. Kita putar keadaan,” kata Amran. Amran berjanji akan terus berupaya untuk mendorong ekspor dan investasi di sektor pertanian. Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie menjelaskan, peningkatan produksi jagung kali ini mampu membawa tambahan pendapatan bagi para petani Gorontalo sebesar Rp 4 triliun.

75 persen masyarakat yang ada di Gorontalo, masih menurut Rusli, mampu naik haji karena hasil dari panen jagung.  “Di sini, sudah 75 persen masyarakat naik haji dari jagung,” jelas Rusli. Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Rauf menegaskan agar produksi jagung yang dulu hanya 300.000 ton sekarang menjadi 1.552.136 ton tersebut tidak dipermainkan oleh siapapun.

Pelepasan ekspor ini disaksikan oleh masyarakat petani yang telah sukses melakukan panen di lahan sekitar 100 hektar dengan produksi 7.2 ton per hektar. Gorontalo diketahui mempunyai potensi lahan pertanian seluas 198.655 hektar. Dengan rincian lahan sawah 14.298 hektar dan luas bukan sawah 163.017 hektar dan, panen jagung di Gorontalo hampir tidak mengenal waktu dan musim. (Biro Humas dan Informasi Publik Kementan/111)


Agronesia Utama
Komunitas