Pada 2020 akan Terjadi Darurat Nasional Susu Sapi Segar

Kamis, 08 Maret 2018, 09:12 WIB

Memerah susu sapi.

AGRONET-Indonesia akan mengalami krisis susu sapi segar. Dewan Persusuan Nasional (DPN) memperkirakan pada 2020 kemampuan produksi susu sapi segar dalam negeri hanya mencapai 10 persen.

“Artinya, impor susu segar kita pada tahun 2020 akan mencapai 90 persen. Saya kira ini lampu merah bagi persusuan sapi dalam negeri. Ini darurat persusuan nasional. Pemerintah hendaknya serius menanggapi ancaman ini,” kata Ketua DPN, Teguh Boediyana, kemarin (7/3) di Jakarta.

Teguh menambahkan kebutuhan susu terus meningkat. Untuk itu, pemerintah perlu membuat aturan konkret agar produksi susu segar dalam negeri terus bertambah juga.

Dia menyarankan perlunya pemerintah mendorong industri pengolahan susu (IPS) agar bersedia memanfaatkan produksi susu segar dalam negeri. “Salah satu jalan utuk  mencapai hal itu adalah terwujudnya kemitraan IPS dengan peternak sapi perah lokal,” ujar Teguh.

Dia menjelaskan pemerintah mestinya membuat aturan yang memaksa IPS menyerap produk susu sapi dalam negeri. Tanpa dipaksa, tuturnya, hal itu tak akan terjadi.

DPN juga menyayangkan sikap Kementerian Pertanian yang cenderung tak mempedulikan organisasi itu. "Kami tidak pernah diajak bicara oleh Kementerian Pertanian. Kami tidak dianggap, rapat pun tidak pernah diundang,” ungkap Teguh.

Dia berharap pemerintah menyelesaikan persoalan susu ini dengan melibatka semua pihak pemangku kepentingan. “Potensi pasar dalam negeri itu harus bisa semaksimal mungkin memberdayakan produksi susu dalam negeri," tandas dia.

Sekarang ini produksi susu segar dalam negeri per tahun hanya memenuhi 18 persen dari total kebutuhan nasional yang mencapai 4,45 juta ton. Adapun sisanya, sekitar 82 persen kebutuhan susu nasional, sepenuhnya merupakan impor. (442)

BERITA TERKAIT