Mentan Berharap Dewan Kopi Perbaiki Rantai Pemasaran

Senin, 12 Maret 2018, 17:23 WIB

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat melantik pengurus Dewan Kopi Indonesia (DEKOPI). | Sumber Foto:Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET - Kementerian Pertanian tahun 2018 telah mencanangkan tahun perbenihan di mana pemerintah fokus kepada tanaman perkebunan yang mempunyai nilai ekspor tergolong tinggi. Hal ini disampaikan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam sambutannya ketika melantik pengurus Dewan Kopi Indonesia (DEKOPI). Kepengurusan Dekopi diketuai langsung oleh Menteri Pertanian periode 2004-2009, Anton Apriantono.

Sebelumnya, Dekopi telah dideklarasikan di Yogyakarta pada akhir 2017. Kopi Indonesia telah terkenal kualitasnya di mancanegara. Amran menyampaikan rasa bangganya bahwa kopi asli Indonesia sudah dikenal dan memiliki branding tersendiri di level dunia.

Hal tersebut telah dirasakannya ketika mengikuti pertemuan multilateral di Kolombia beberapa waktu silam. "Kita harus dorong bersama karena kopi kita lagi disenangi dunia. Ke depan, bila kita upayakan agar masuk urutan pertama produksi (kopi). Nah, kuncinya adalah aspek kelembagaannya kita perbaiki. Akses ke perbankannya dan supply chainnya juga kita perbaiki dan yang tidak kalah penting produktivitasnya harus kita angkat,” jelas Amran.

Dekopi diharapkan mampu bersinergi dengan pemerintah agar mampu meningkatkan produksi kopi Indonesia serta menyejahterakan petani kopi itu sendiri. Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pertanian langsung memberikan bantuan berupa 11 juta batang pohon kopi untuk petani dan akan terus ditingkatkan di tahun depan. Lebih lanjut lagi, Dekopi serta stakeholder yang terlibat akan dikumpulkan oleh Menteri Pertanian di bulan ini untuk merumuskan pengembangan kopi Indonesia.

Anton Apriantono selaku Ketua Pengurus Harian Dekopi berharap Dekopi dapat bersinergi positif dengan pemerintah dalam pengembangan kopi Indonesia. Dekopi berkomitmen menjadi partner yang baik bagi pemerintah dan pengusaha perkopian. Bersama pemerintah, Dekopi akan mencoba merumuskan permasalahan perkopian dan memberi masukan bagi pemerintah, jelas Anton.

Setelah melantik pengurus Dekopi,  Amran menjelaskan mekanisme pengembangan kopi tanah air yang pada intinya memperbaiki rantai pasok. “Role modelnya adalah seperti yang telah diterapkan pada komoditas jagung. Dulu 41 importir jagung, sekarang sudah ekspor, sekarang tinggal kita dorong. Nah, sekarang ada 41 eksportir (pada kopi), tinggal kita dorong. Bayangkan impor saja kita rubah jadi ekspor, apalagi sudah ekspor,” terang Amran. (Biro Humas dan Informasi Publik Kementan/111)