Alumni STPP Diharapkan Jadi Konglomerat Pertanian

Selasa, 13 Maret 2018, 17:46 WIB

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman ingin alumni Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STTP) Magelang menjadi konglomerat.

AGRONET - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, ingin alumni Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STTP) Magelang menjadi konglomerat. Apalagi, mayoritas dari 10 orang terkaya di Indonesia bisnisnya di sektor pertanian. "Kami ingin anak-anakku sekalian nanti setelah tinggalkan kampus ini, Anda menjadi orang yang tangguh. Insya Allah sukses. Tapi, tergantung apa yang Anda lakukan hari ini," ujarnya, saat memberikan kuliah umum di STPP Magelang, Senin (12/3).

Amran menyarankan, menjadi orang kaya caranya sangat sederhana. Yakni, mengubah kebiasaan dan pola pikir (mindset), kurangi tidur dan perbanyak waktu belajar. "Cukup empat jam tidur, 20 jam kerja. Kurangi dulu tidur, belajar 10 jam dan baca buku,” jelasnya.

Anjuran tersebut juga disampaikannya ke Ketua STPP Magelang, Ali Rachman. Menteri Amran meminta STPP Magelang menambah jumlah waktu belajar dari delapan jam menjadi dua kali lipat. Menurut menteri kelahiran Bone ini, wajar bila nanti ada mahasiswa yang geram terhadap kebijakan tersebut namun kelak mereka akan mengenangnya.

Menteri Amran mengingatkan, mahasiswa STPP harus giat belajar, lantaran telah jauh-jauh meninggalkan orang tua dan seluruh biaya kuliah ditanggung negara. Terlebih, orang tua mereka setiap hari mendoakan, agar kelak sukses. "Jangan sia-siakan. Aku minta kalian belajar 18 jam," pesannya.

Peraih gelar doktor pertanian dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar itu lantas mengenang perjuangannya sejak kecil hingga seperti sekarang. Katanya, sejak usia sembilan tahun harus menjual batu, agar bisa makan. Bahkan, sampai rela tidur di perpustakaan kampus karena tak punya biaya untuk fotokopi. (Biro Humas dan Informasi Publik Kementan/111)

BERITA TERKAIT