Pemerintah Genjot Populasi Sapi dan Kerbau dengan Kawin Suntik

Rabu, 21 Maret 2018, 14:26 WIB

Kawanan sapi di padang rumput.

AGRONET- Pemerintah berupaya mempercepat peningkatan populasi sapi dan kerbau. Langkah itu dilakukan dengan program inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik yang dicanangkan sejak 2017.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmi ta, dalam siaran persnya hari ini (21/3) menjelaskan, sapi dan kerbau betina harus dikawinkan bla memang sudah masanya. Program ini dikenal dengan nama Upsus Siwab (upaya khusus sapi indukan wajib bunting).

Menurut Diarmita, kawin suntik merupakan teknologi tepat yang menjadi pilihan utama untuk meningkatkan populasi dan mutu hewan ternak. “Dengan IB, penyebaran bibit unggul sapi atau kerbau bisa dilakukan dengan mudah, cepat, serta murah. Pada gilirannya, ini diharapkan meningkatkan pendapatan peternak,” papar Diarmita saat mengunjungi Kelompok Tani dan Ternak Subur di Kedungdowo, Andong, Boyolali, Jawa Tengah.

Layanan kawin suntik ternak sepanjang Januari 2017 hingga Maret 2018 telah dilakukan terhadap 4.905.881 ekor.  Sapi yang bunting sebanyak 2.186.892 ekor dan angka kelahiran sampai Maret 2018 mencapai 1.051.688 ekor.

Khusus untuk periode 2018, hingga bulan Maret ini program Upsus Siwab telah mencapai 929.411 ekor. Ini melebihi target yang ditetapkan (123,92%) yang hanya sekitar 750.000 ekor.

Para periode yang sama, angka kebuntingan mencapai 294.774 ekor, yakni mencapai 65,7?ri target yang 448.689 ekor. Adapun pedet (anak sapi) yang lahir sebanayk 140.553 ekor atau sekitar 31,87?ri target 440.997 ekor. (442)

Komunitas