Telaga Pengilon Penyelamat Petani Kentang Wonosobo

Sabtu, 14 April 2018, 18:58 WIB

Telaga Pengilon dan Telaga Warna Dieng

AGRONET – Saat kemarau petani kentang di sekitar Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, kerap tertolong dengan adanya air dari Telaga Pengilon, salah satu Taman Wisata Alam di Dieng. Ketersediaan air yang kontinyu dengan memanfaatkan air Telaga Pengilon saat kemarau telah meningkatkan pendapatan petani dengan keuntungan rerata sebesar Rp. 17,6 juta per 0,45 ha per 4 bulan.

“Kondisi ekologi dataran tinggi Dieng yang semakin tidak menentu dan fluktuasi harga komoditas kentang membuat petani harus selalu berjaga-jaga dengan ketersediaan air,” kata Yudilastiantoro di Solo (13/4), yang merupakan Peneliti Balai Litbang Teknologi Pengelolaan (Balitek) DAS Solo. Air memang menjadi faktor toleransi keberhasilan pertanian kentang dimana terlalu banyak air membuat tanaman kentang busuk, dan terlalu sedikit air membuat tanaman mati.

Menurut Yudi, tidak mengherankan apabila pada saat musim kemarau petani kentang mengusahakan penyediaan air dengan berbagai cara. Salah satunya dengan penyedotan air dari sumber-sumber air yang tersedia, seperti Telaga Pengilon.

“Hasil panen kentang pada musim kemarau 2016 yang mendapat air dari Telaga Pengilon merupakan berkah bagi 120 petani kentang di Desa Jojogan, Kecamaatan Kejajar Kabupaten Wonosobo Jawa tengah. Tanpa air dari Telaga Pengilon, mereka tidak memperoleh hasil alias “kosong” karena lahannya di “bero (tidak ditanami)”kan,” jelas Yudi.

Namun, menurut Yudi, aktivitas penyedotan air telaga pengilon ini juga memberikan dampak negatif bagi lingkungan sekitar Telaga Pengilon. Pada musim kemarau, kondisi air Telaga Pengilon menyusut. Hal ini menyebabkan penurunan wisatawan karena wisatawan menilai tempat ini menjadi kurang menarik. Selain itu, terjadinya polusi tumpahan bbm dan oli dari keberadaan penggunaan mesin pompa air.

Yudi menyarankan agar pemerintah seyogyanya mengatur dan mengantisipasi penyedotan air di Telaga Pengilon dengan bijaksana . Sebagaimana diketahui, pemanfaatan air oleh petani kentang pada musim kemarau sangat insentif. Diharapkan kegiatan ini, tidak memberikan dampak penurunan ekonomi pada sektor lain atau pariwisata di wilayah tersebut. (Litbang KLHK/222)

BERITA TERKAIT

Komunitas