Agar Aroma Kopi Liberika Dikenal Dunia

Senin, 16 April 2018, 10:47 WIB

Biji Kopi Liberika | Sumber Foto:Instagram kopikite.id

AGRONET - Tanjung Jabung memiliki komoditi unggulan bernama kopi liberika. Kopi ini memiliki harum yang khas dari aroma buah nangka dan dominan pahit. Hampir seluruh penduduknya menanam kopi sebagai sumber pendapatan yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan sebagai sumber pendapatan tahunan. Kopi liberika banyak ditanam di lahan gambut Provinsi Jambi dan Bengkulu.

Ada tiga jenis kopi yang umum dikenal oleh masyarakat Indonesia, yaitu kopi robusta, kopi arabika, dan kopi liberika. Kopi liberika adalah kopi yang berasal dari wilayah Liberica, Afrika Barat. Kopi ini dibawa ke Indonesia pada abad ke-19, saat banyak tanaman kopi arabika terserang penyakit. Bijinya lebih besar, kadang mencapai dua kali ukuran biji kopi arabika. Jumlah pohon dalam 1 ha dapat mencapai 1.000 pohon jika menggunakan jarak tanam 3 m x 3 m. Hasil panen dari kebun masyarakat adalah 500 kg/ha/th.

Petani menjual biji kopi kering (kadar air 12%) dengan cara menyetor ke pengepul, atau sebaliknya pengepul datang ke petani. Sebagian besar produksi kopi liberika dari Kelurahan Mekar Jaya dibawa ke Kuala Tungkal, ibu kota Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk selanjutnya diekspor ke Malaysia dan Singapura. Pangsa pasar kopi liberika sangat potensial, Malaysia adalah salah satu konsumen terbesar di dunia. Di Kelurahan Mekar Jaya, harga kopi liberika berasan kering adalah Rp. 42.300/kg. Harganya sangat tinggi bila dibandingkan dengan harga kopi robusta dan arabika.

Atas inisiasi Dinas Perkebunan Provinsi Jambi dan sebagian masyarakat yang memiliki tanaman kopi liberika, pada tahun 2012 dibentuk lembaga Masyarakat Pelindung Indikasi Geografis (MPIG) dalam bidang kopi liberika. Lembaga ini bertujuan untuk meningkatkan mutu, perlindungan, dan pemasaran. Saat ini, lembaga tersebut dipimpin oleh H. Lamsur sebagai ketua dan Murdianto sebagai sekretaris.

Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah serangan jamur akar putih terhadap tanaman yang berumur lebih dari 30 tahun. Daun menguning, pohon layu, kering, dan akhirnya mati. Hal ini menyebabkan produksi terus menurun.
Saat ini para petani sangat berharap adanya peran pemerintah untuk turut mengembangkan kopi liberika ini. Agar kopi liberika semakin berkembang dan dikenal dunia. (Litbang KLHK/222)

BERITA TERKAIT

Komunitas