Ketua DPR: Impor Gula Jangan Rugikan Petani Tebu

Senin, 16 April 2018, 13:48 WIB

Tanaman tebu.

AGRONET-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bambang Soesatyo, meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) agar mengawasi pelaksanaan impor gula mentah. Dia meminta pemerintah mengacu pada Keputusan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Nomor 643 Tahun 2002 tentang Tatat Niaga Impor Gula.

“Pemerintah perlu memperhatikan stok gula saat ini dan masa panen tebu. Jangan sampai impor gula ini merugikan petani tebu,” tutur Bambang dalam siaran persnya hari ini (16/4).

Bambang menyarankan agar pemerintah melibatkan Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) dalam membuat kebijakan impor gula. Ini dimaksudkan agar impor gula benar-benar memperhitungkan jumlah yang dibutuhkan dan dilakukan pada saat yang tepat.

Ia juga menyarankan supaya Kemendag mengambil data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tentang produksi dan kebutuhan gula nasional. “Ini untuk memastikan kebutuhan dan jumlah gula mentah yang ada sebelum melakukan impor,” ujarnya.

Di bagian lain keterangannya, Bambang menyarankan Kementerian Pertanian supaya mencari jalan keluar atas kurangnya lahan untuk tanaman tebu. Di samping itu, pemerintah juga diminta aktif membantu petani untuk mendapatkan bibit unggul tebu.

Dia mengingatkan pemerintah agar berupaya juga untuk menciptakan ketahanan pangan di bidang industri gula. Hal itu juga termasuk mewujudkan swasembada gula konsumsi maupun gula industri.

Pemerintah berencana memenuhi stok gla dalam negeri sebanyak 2,9 juta ton dalam waktu sebulan mendatang. Untuk itu, pemerintah akan membuka impor gula sekitar 1,1 juta ton. (442)

BERITA TERKAIT

Komunitas