Indonesia Kenalkan Bank Sampah ke Dunia Internasional

Senin, 16 April 2018, 14:05 WIB

Rosa Vivien Ratnawati mewakili Kementerian LHK dan Vice Minister for Global Environment, Kementerian Lingkungan Jepang di 3R Forum

AGRONET - Saat ini sudah ada 5.244 Bank Sampah tersebar di 34 provinsi dan 219 kabupaten/kota di Indonesia. Bank sampah tersebut memberikan kontribusi pengurangan sampah nasional sebesar 1,7?ri timbunan sampah nasional. Terbukti penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dengan melibatkan publik sejauh ini cukup berhasil.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian LHK, Rosa Vivien Ratnawati, menyampaikan perkembangan penerapan 3R di Indonesia saat mengikuti rangkaian kegiatan The 8th Regional Forum in Asia and the Pacific yang dilaksanakan di Indore, Madhya Pradesh, India, dari tanggal 9-12 April 2018.

Tujuan dari 3R forum di Asia Pacific ini adalah untuk menggalang aksi bersama negara-negara di Regional Asia Pacific dalam pengelolaan sampah dan limbah dengan menerapkan prinsip 3R. Forum ini menekankan bahwa sampah dan limbah merupakan sesuatu yang berharga untuk menumbuhkan circular economy melalui resource efficiency pengelolaan sampahnya. Lebih jauh penerapan prinsip 3R ini dalam pengelolaan sampah dan limbah dapat menjaga keberlanjutan masa depan lingkungan; clean land, clean water dan clean air serta mendukung capai pelaksanaan SDGs di negara-negara Regional Asia Pacific.

Forum multilateral ini dihadiri oleh hampir 300 peserta yang berasal dari 40 negara-negara di Regional Asia-Pacific yang merupakan perwakilan dari pemerintah, walikota, international expert, research institutes, peneliti dan instansi yang ada di bawah UN institusi. Indonesia berperan aktif dalam 3R forum tersebut sejak awal pertemuan ini dibentuk dengan melakukan penerapan prinsip 3R Progress dan capaian pelaksanaan Ha Noi 3R Deklarasi-sustainable 3R Goals for Asia and the Pacific (2013-2023).

Saat ini Indonesia juga sudah memiliki peraturan terkait 3R yaitu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2012 tentang pedoman pelaksanaan 3R melalui Bank Sampah yang menjadi dasar pelaksanaan Bank Sampah di Indonesia. “Jadi Bank Sampah ini merupakan salah satu penerapan resource efficiency dan circular economy di Indonesia,” ujar Rosa Vivien.

Selain itu untuk mencegah adanya pencemaran tanah, sungai dan udara dari pengelolaan sampah, Kementerian LHK memiliki program fasilitasi pembangunan pusat daur ulang (PDU) untuk mengelola sampah organik menjadi kompos dan mempromosikan pemanfaatan gas metan dari TPA untuk dimanfaatkan sebagai gas alternatif atau konversi ke listrik. Rosa Vivien mengungkapkan bahwa beberapa kota sudah menerapkan hal ini seperti Surabaya, Balikpapan, Kendari dan beberapa kota lainnya. “Saat ini 45% status TPA di kota-kota di Indonesia sudah menggunakan teknologi control landfill dan sanitary landfill,” tambahnya.

Pada pertemuan 3R forum di Indore, Madyha Predesh ini juga dilakukan Forum Walikota se-Asia Pasifik Region untuk menyampaikan progres kota-kota di Asia Pasifik dalam penerapan 3R. Pemerintah Indonesia diwakili oleh kota Balikpapan dan kota Bandung.

Forum ini juga menjadi kesempatan Dirjen PSLB3 Rosa Vivien Ratnawati mewakili Kementerian LHK untuk melakukan pertemuan dengan Vice Minister for Global Environment, Kementerian Lingkungan Jepang (MOEJ). Pertemuan tersebut menghasilkan item-item kerjasama diantaranya penyusunan pedoman pengelolaan residu dari proses termal pengelolaan sampah, dukungan pengelolaan sampah untuk DAS Citarum, pengelolaan limbah medis, serta pengelolaan sampah plastik di laut. (Biro Humas KLHK/222) 

Komunitas