SKIPM Baubau Lindungi Biota Laut

Jumat, 20 April 2018, 11:13 WIB

Biota laut | Sumber Foto:Pixabay

AGRONET - Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Baubau, Sulawesi Tenggara bersama pihak terkait melakukan sosialisasi pelayanan publik tentang jenis biota laut yang harus dilindungi, Rabu (18/4). Kegiatan ini juga melibatkan pelaku usaha dari SKIPM Baubau.

Menurut Kepala SKIPM Baubau, Arsal, jenis biota laut yang harus dilindungi di antaranya adalah kerang-kerangan, akar bahar, karang merah, napoleon, penyu, hiu, pari, kepiting, rajungan, dan lobster. Selain itu, ia juga memperkenalkan sistem data dan informasi Baubau terintegrasi online (Sidat Buton) yang bisa diakses oleh para pelaku usaha.

“Kebijakan tentang perlunya menjaga kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan biota laut yang dilindungi ini masih rawan terhadap penyelundupan,” papar Arsal. Berkat sosialisasi ini, lanjutnya, salah satu pelaku usaha berinisiatif untuk menyerahkan beberapa komoditi perikanan yang dilindungi, yaitu karang merah sebanyak 3 karung seberat 120 kilogram, kerang kepala kambing 14 buah, lola merah 31 buah, dan kima raksasa 4 pasang.

Menurut Arsal, penyerahan komoditi ini merupakan salah satu contoh yang baik bagi para pelaku usaha. Dengan harapan, lanjutnya, agar nantinya komoditi perikanan yang sudah langka ini tidak diterima lagi oleh pelaku usaha dan mereka pun mau membantu menyampaikan kepada para nelayan.

SKIPM Baubau, tutur Arsal, juga memberikan penghargaan kepada tiga pelaku usaha terbaik yang memiliki tingkat kepatuhan terhadap peraturan perundangan karantina ikan dan mutu hasil perikanan. Pemberian penghargaan ini dimaksudkan, jelasnya, agar seluruh pelaku usaha dan pihak-pihak terkait menjadi lebih termotivasi. (KBRN/777)

BERITA TERKAIT