Mentan akan Bangun Museum Pertanian

Rabu, 02 Mei 2018, 13:21 WIB

Pertemuan Andi Amran dengan menteri pertanian terdahulu

AGRONET-Hari Rabu (02/04) ada pertemuan istimewa di kantor Pusat Kementerian Pertanian. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengundang para menteri pendahulunya untuk berdiskusi memajukan pertanian Indonesia.

Para menteri pendahulu yang hadir adalah Syarifudin Baharsyah, Justika Baharsyah, Suswono, dan hadir pula mantan Wakil Mentan, Rusman Heriawan, mantan Sekretaris Jenderal Kementan, Memed Gunawan, mantan pejabat Sujais dan mantan Sekretaris Menteri, Saubari.

Amran menyambut para seniornya dengan ramah dan hangat. Para seniornya dilayani dan disapa satu-persatu dengan lembut dan sabar. Bahkan Amran tidak segan memapah dan mengantar bolak-balik pada menteri pendahulunya. Tidak membeda-bedakan satu dengan yang lain. Amran memperlakukan para seniornya persis seperti memperlakukan orangtuanya sendiri. Suasana akrab dan penuh kekeluargaan sangat kental dalam forum tersebut. Canda dan tawa pecah beberapa kali.

Hingga pada diskusi tercetus ide dan gagasan membangun Museum Pertanian. Ide tersebut akan dirintis dengan memanfaatkan Museum Tanah yang ada saat ini di Jalan Juanda, Bogor. Infrastruktur yang ada dimanfaatkan dan secara bertahap dibangun dan dilengkapi berbagai berbagai barang bersejarah. Untuk proses pengembangannya kemudian akan dibentuk dan dikelola oleh suatu yayasan.

Museum Pertanian diharapkan mampu menggambarkan sejarah pertanian masa lampau, menggali kekayaan pertanian nasional, menonjolkan upaya konservasi keragaman genetik, varietas lokal, misalnya ketam hitam dan lainnya. Juga menyajikan sejarah berbagai peralatan pertanian jaman dulu hingga saat ini.

Disamping itu juga dibangun sejenis miniatur kondisi pertanian masa depan, yakni Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia 2045. Saat ini sudah ada Museum Perkebunan yang berada di Pusat Penelitian Kelapa Sawit di Marihat Medan. Di situ disajikan sejarah perkebunan sejak jaman Belanda, sehingga artefak-artefak pun didatangkan dari Belanda. Ini artinya juga menggambarkan perkebunan kita berkaitan dengan negara lain.

Amran mengatakan ini adalah ide-ide besar dari para senior untuk diwujudkan. Mentan tahun 1993-1998, Sjarifuddin Baharsjah, mengapresiasi Mentan Amran Sulaiman karena di tengah kesibukannya meminta saran untuk memajukan pembangunan pertanian. Pertemuan ini mencetuskan susulan program pembangunan Museum Pertanian.

“Museum Pertanian penting sekali untuk bangkitkan kepedulian generasi muda sekarang untuk terlibat aktif guna perkembangan sektor pertanian di Indonesia,” ujarnya. (Biro Humas dan Informasi Publik Kementan/222)