Petani Garut Masih Enggan Tanam Bawang Putih

Kamis, 03 Mei 2018, 15:59 WIB

Tanaman bawang putih.

AGRONET-Komoditas bawang putih rupanya tak menarik bagi petani di Garut, Jawa Barat. Hingga saat ini, petani Garut masih enggan menanam bawang putih.

Menurut pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Beni Yoga, bawang putih yang beredar di pasar-pasar Garut hampir semuanya adalah produk impor. “Petani garut kurang tertarik menanam bawang putih karena keuntungan yang didapat sama saja dengan menanam sayuran lain,” kata Beni, Kamis (3/5), di Garut.

Selama ini, Garut menjadi penghasil aneka sayur-sayuran. Produksi sayuran dari Garut mampu masuk ke pasar-pasar lokal setempat. Bahkan tak sedikit yang memenuhi pasar di kawasan Bandung dan Jakarta.

Beni menuturkan ada beberapa pertimbangan yang membuat petani Garut enggan membudidayakan bawang putih. Faktor pertama, papar Beni, lantaran cukkup tingginya biaya menanam bawang putih. Kedua adalah rumitnya perawatan budi daya bawang putih dibanding komoditas lainnya.

“Dalam satu hektare area, budi daya bawang putih akan menghasilkan 4 ton. Sedangkan jika lahan itu digunakan menanam bawang merah, hasilnya bisa mencapai 7 ton,” urai Beni.

Selain hasil produksinya tidak bisa maksimal, sambung Beni, keuntungan yang didapat petani  pun relatif sama jika dibandingkan dengan menanam sayuran lainnya. Untuk itu, pemerintah setempat kini sedang mengupayakan uji coba budi daya bawang putih secara efektif.

Uji coba itu dilakukan di wilayah Bayongbong dengan bibit yang didatangkan dari Lombok. Lahan yang digunakan seluas 10 hektare dengan teknologi yang efisien dan efektif. Dalam tiga bulan, uji coba itu baru akan bisa dilihat hasilnya. Bila memberikan keuntungan lebih besar, maka ilmu dan teknologinya akan disebarluaskan kepada petani. (442)