Target Swasembada Protein Indonesia Tercapai

Selasa, 08 Mei 2018, 11:58 WIB

Panen Pedet dan Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) di Kabupaten Magetan Jawa Timur pada hari Senin (07/05)

AGRONET – Target swasembada protein Indonesia sudah tercapai dengan ditandai ekspornya hasil peternakan ke beberapa negara. Dalam acara Panen Pedet dan Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) di Kabupaten Magetan Jawa Timur pada hari Senin (07/05), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, Indonesia sudah mampu mengekspor sejumlah produk peternakan bernilai strategis ke beberapa negara, seperti: olahan daging ayam, pakan ternak, telur tetas ayam ras/persilangan, kambing/domba, vaksin dan obat hewan, serta produk pangan hewani lainnya. Sejauh ini, keseluruhan peternakan Indonesia sudah mampu menembus lebih dari 110 negara.

“Tiga hari lalu, kita ekspor perdana DOC (Day Old Chicken) ke Timor Leste, setelah sebelumnya kita ekspor daging ayam olahan ke Jepang sebanyak 12,5 ton, Papua Nugini 24 ton dan Timor Leste 6,6 ton," tutur Amran bangga. Amran menyebutkan, sejak tahun 2015 Indonesia juga telah melakukan ekspor telur tetas ayam dengan jenis ayam ras ke Myanmar, dan hingga Maret 2018 jumlah komulatif yang sudah diekspor sebanyak 10.482.792  butir dengan nilai Rp. 109,60 Milyar dan beberapa minggu lalu Indonesia mulai ekspor perdana telur tetas ayam persilangan ke Myanmar.

Berdasarkan data BPS, capaian ekspor sub sektor peternakan di Indonesia sangat fantastis, ekspor daging ayam tahun 2017 sebesar 325 ton (meningkat 1800% dibandingkan tahun 2016), sedangkan ekspor  telur unggas sebanyak 386 ton (meningkat 27,39% dibanding tahun 2016).  “Dan yang tidak kalah menarik lagi pada bulan April lalu kita sudah menginisiasi ekspor bibit kelinci ke Malaysia,” ungkap Mentan Amran. “Intinya kita ini kaya akan sumber protein hewani,” tandasnya.

Terkait dengan produksi daging sapi, Menteri Amran memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Magetan dan Pemprov Jawa Timur yang selama ini memiliki komitmen tinggi untuk meningkatkan populasi sapi potong di tingkat peternak melalui Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting).

“Kita lihat dengan adanya kelahiran pedet-pedet yang ditampilkan pada acara Panen Pedet ini adalah bukti nyata keberhasilan Upsus Siwab,” kata Mentan Amran sambil menunjukkan pedet-pedet hasil IB sebanyak 1.200 ekor yang ditampilkan oleh para peternak Kabupaten Magetan. “Ini merupakan jaminan yang menunjukan bahwa Indonesia mampu secara terus menerus menghasilkan ternak sapi,” ujarnya. Mentan Amran merasa optimis cita-cita Indonesia menjadi lumbung pangan Dunia akan dapat terwujud, jika pencapaiannya seperti Provinsi Jawa Timur, khususnya Kabupaten Magetan, yang merupakan salah satu gudang ternak di tanah air.

Pencapaian Upsus Siwab di Kab Magetan cukup menggembirakan, data kumulatif dari bulan Januari 2018 sampai dengan tanggal 3 Mei 2018 untuk Pelayanan Inseminasi Buatan (IB) terealisasi sebanyak 11.000 ekor, Pemeriksaan Kebuntingan (PKB) 6.000 ekor dan kelahiran ternak 4.000 ekor. Secara nasional program UPSUS SIWAB realisasinya juga sangat mengembirakan. Untuk Pelayanan Inseminasi Buatan/IB dari bulan Januari 2017 sampai dengan Mei 2018 telah terealisasi sebanyak 5.522.936 ekor; (ii) Kebuntingan 2.461.009 ekor; dengan kelahiran sebanyak 1.195.490 ekor atau setara dengan Rp. 8,3 triliun (harga pedet lepas sapi per ekor Rp. 7 juta). (Biro Humas dan Informasi Publik Kementan/222)

BERITA TERKAIT