Sebanyak 87 % Lulusan SUPM Waiheru Telah Terserap Industri

Selasa, 15 Mei 2018, 11:01 WIB

Wisuda SUPM | Sumber Foto:Instagram Wiranggiarco

AGRONET-Untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di bidang kelautan dan perairan, terutama tenaga kerja terampil, Kementerian Kelautan dan Perikanan memiliki satuan pendidikan yang bernama Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM). Salah satu SUPM yang terus melahirkan lulusan berkualitas adalah SUPM Waiheru, Ambon.

Pada tahun ajaran 2017-2018 ini, SUPM Waiheru, Ambon, kembali meluluskan anak didiknya untuk angkatan XXX di auditorium SUPM Waiheru, Ambon, Senin (14/05). Pelantikan wisuda siswa SUPM ini dilakukan oleh Kepala Pusat Riset Kelautan (Kapusriskel), Riyanto Basuki, yang mewakili Kepala BRSDM. Turut hadir dalam kegiatan wisuda, Plt Gubernur Maluku Zeth Sahuburua serta Bupati Maluku Tengah.

Tahun ini, SUPM Waiheru meluluskan 154 orang siswa dari 4 program keahlian, yakni Nautika Perikanan Laut (NPL), Teknika Perikanan Laut (TPL), Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (TPHP) dan Teknologi Budidaya Perikanan (TBP). Dan 51 persen atau 80 orang siswa yang diwisuda merupakan anak pelaku utama. Selain itu, dari 4 jurusan yang ada, terdapat 12 orang wisudawan terbaik, di mana peringkat 1 dari 3 jurusan adalah anak pelaku utama.

Sejak 1986 hingga 2018, SUPMN Waiheru telah meluluskan sebanyak 2.651orang. Dengan serapan lulusan tersebar di perusahaan swasta dalam dan luar negeri, wirausaha PNS, TNI dan Polri, serta melanjutkan pendidikan.
Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 87,66 persen atau 135 siswa lulusannya pun telah terserap dalam DU/DI. Sebaran siswa SUPM Waiheru angkatan XXX Tahun Ajaran 2017-2018 dalam DU/DI, yakni 29 orang di PT. Abadi Mandiri Internasional, 33 orang di PT. Samudra Wakatobi Manise, 10 orang di PT. Anindo Perkasa Abadi, 7 orang di PT. Tritunggal Lintas Benoa, 19 orang di PT. Budi Agung Binatara, 3 orang di PT. Siena Marine Service, 10 orang di PT. Arafura Marine Culture, 1 orang di PT. Perikanan Nusantara Ambon dan 23 siswa menjadi wirausaha muda.

“Kalian akan menghadapi tantangan dalam upaya menciptakan ataupun mencari lapangan pekerjaan. Tantangan-tantangan itu belum tentu dapat dihadapi dengan sekedar pengetahuan dan kompetensi keras atau hard competence atau hard skills yang diperoleh langsung melalui pendidikan akademik namun juga diperlukan kompetensi dan ketrampilan lain yang biasa disebut sebagai soft competence atau soft skill, seperti ketrampilan berkomunikasi, berorganisasi dan kepemimpinan dan berbagai ketrampilan lain. Semua proses kreatif, inovatif dan proaktif adalah modal besar yang mutlak dimiliki para lulusan untuk berhasil di dunia nyata,” tutur Riyanto.

Riyanto pun berharap, melalui satuan pendidikan ini dapat dan mampu menghasilkan tenaga kerja dibidang KP yang bekualitas, profesional dan mampu bersaing di pasar tenaga kerja di dalam dan luar negeri, sehingga dapat mengantisipasi pesatnya perkembangan pasar global dengan dimulainya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 disektor perdagangan, demikian juga dengan kesepakatan internasional lainnya seperti Asean Free Trade Area (AFTA), Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), ASEAN–China Free Trade Area (ACFTA) dan berbagai kesepakatan lainnya, jelas menggambarkan tentang pentingnya pendidikan yang berkualitas di Indonesia. (Biro Humas dan Kerja sama KKP/222)

BERITA TERKAIT