SKIPM Pangkalpinang Pastikan Produk Olahan Perikanan Layak Konsumsi

Rabu, 16 Mei 2018, 12:49 WIB

Produk frozen fish | Sumber Foto:Instagram toko_organika

AGRONET– Menjelang Ramadhan 1439 H, Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Pangkalpinang bersama UPTD Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Laboratorium dan Penerapan Mutu Hasil Perikanan (LPPMHP) melakukan uji sampel terhadap produk perikanan. Uji sampel dilakukan di sejumlah perusahaan perikanan di Ketapang Pangkalbalam, Senin (14/5).

Kepala SKIPM Pangkalpinang, Darwin Syah Putra, mengungkapkan, uji laboratorium ini untuk memastikan produk olahan yang beredar di Pangkalpinang aman dikonsumsi dan aman. “Menjelang bulan suci, kami bersama tim DKP ingin memastikan bahwa produk perikanan yang ada aman dan terjaga kualitasnya,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala LPPMHP Pangkalpinang, Sugianto. Ia menerangkan bahwa uji sampel produk hasil perikanan dilakukan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan dan hari besar keagamaan nasional lainnya.

“Kebutuhan masyarakat terhadap produk perikanan menyambut bulan puasa ini biasanya luar biasa banyak, untuk itu kami ingin memastikan baik ikan segar maupun prdouk perikanan lainnya beredar aman dikonsumsi masyarakat,” jelas Sugianto.

“Dalam dua hari ini kami akan melakukan uji sampel di TPI, perusahaan pengepul, dan pengekspor ikan serta beberapa pasar di Pangkalpinang,” tambahnya.

Analis Laboratorium, Ety Rosanti, menjelaskan, dari uji sampel yang dilakukan hari ini hanya dua sampel yang terindikasi mengandung formalin. “Dua saja yang terindikasi formalin yaitu sampel ikan tenggiri dan ikan hiu di pengepul ikan Pangkalbalam, namun itu baru deteksi awal saja nanti akan diuji lebih lanut di laboratorium kami, bisa saja formalin itu bersumber dari cara penanganan ikan yang nggak benar,” terang Ety.

Diharapkan, dengan adanya uji laboratorium ini, dapat memberika rasa aman kepada masyarakat saat mengonsumi olah produk perikanan. Selain itu, pihak pengepul juga diharapkan dapat menahan sementara produk yang terindikasi formalin agar jangan diedarkan kepada masyarakat. (Biro Humas dan Kerja sama KKP/222)

 

BERITA TERKAIT