HKTI Menjaring Inovator Pertanian

Rabu, 23 Mei 2018, 17:22 WIB

Logo Asian Agriculture & Food Forum (ASAFF) HKTI | Sumber Foto:HKTI online

AGRONET – Untuk menjaring para inovator di bidang pertaniang, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) membuat HKTI Innovation Award. HKTI Innovation Award diselenggarakan HKTI dalam rangka ”Asian Agriculture & Food Forum” (ASAFF) yang akan diikuti para pelaku pertanian, industri, dan lembaga pemerintah dari sekitar 20 negara di Asia. Event internasional yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada 28 Juni – 1 Juli 2018 ini terdiri dari berbagai kegiatan, antara lain Konferensi, pameran, forum bisnis, dan anugerah penghargaan inovasi sektor pertanian. ASAFF mengusung tema “Transforming Challenges into Opprtunities: Agricultural Innovation & Food Security”.

HKTI mengundang para pemuda/pemudi, praktisi, akademisi, komunitas, dan para inovator untuk turut serta dalam kegiatan HKTI Innovation Award. “Penghargaan Inovasi HKTI Tahun 2018 merupakan bentuk apresiasi inovasi kepada organisasi/tim/individu yang memiliki karya inovasi yang dihasilkan dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2014-2018),”ungkap Koordinator HKTI Innovation Award, Dr Avanti Fontana.

Ketua Umum HKTI, Moeldoko, dalam berbagai kesempatan mengungkapkan bahwa petani harus menguasai teknologi dan melakukan berbagai inovasi. Meski menerapkan teknologi dan inovasi terbaru, Moeldoko mengingatkan bahwa sektor pertanian tetap harus menjaga kearifan lokal (local wisdom) sehingga inovasi teknologi dan budaya dapat saling melengkapi.

Peserta Penghargaan Inovasi dapat melakukan pendaftarannya secara langsung melalui Formulir Pendaftaran Online pada website: https://ciptainovasi.com/hkti-innovation-award-2018/. Pengusul peserta dapat melakukan pendaftaran untuk Peserta yang diusulkan, bisa dilakukan karena salah satu alasan ini yaitu peserta inovator tidak bisa mengakses formulir pendaftaran online dan pengusul sungguh mengetahui ada karya inovasi yang dihasilkan oleh peserta, petani, komunitas petani, atau kelompok tani tertentu.

Dr Avanti Fontana memaparkan, calon peserta Penghargaan Inovasi ini telah mencapai setidaknya kinerja teknis, yaitu Peserta (Individu/Tim/Unit Kerja/Organisasi) telah berhasil mengubah ide kreatif dan/atau inovatif menjadi produk dalam bentuk prototipe barang atau jasa/layanan atau konsep Program Kerja, Sistem Kerja, Sistem Distribusi, Desain, Model Sistem Pertanian, Model Pendampingan Pertanian, dan lain lain.

Dewan Juri Penghargaan Inovasi HKTI terdiri dari berbagai pihak yang ahli dan berpengalaman dalam bidang inovasi pertanian dan akan memberi penilaian sesuai dengan bidang keahliannya. Dewan Juri akan berdiskusi untuk membahas hasil penilaian seluruh Peserta untuk menentukan Peserta-Peserta yang akan masuk sebagai Finalis dan memutuskan secara kolaboratif dan bertanggungjawab Peserta-Peserta yang akan memperoleh Penghargaan Inovasi HKTI 2018.

Berbagai bidang inovasi dapat turut serta dalam penghargaan ini. Diantaranya, inovasi produk, inovasi proses, inovasi pemasaran, inovasi organisasi, dan inovasi sosial.

Pendaftaran penjaringan dilaksanakan mulai 1 Mei hingga 30 Mei 2018. Seleksi peserta (presentasi dan wawancara) dilaksanakan pada 1-20 Juni 2018, dan penganugerahan penghargaan inovasi pada 28 Juni – 1 Juli 2018. “Penghargaan inovasi dengan nilai total Rp 300.000.000,-,”jelas Avanti. (222)