Guyana dan Suriname Belajar Teknik Kawin Suntik Sapi

Selasa, 05 Juni 2018, 13:21 WIB

Kawin suntik atau inseminasi buatan pada sapi. | Sumber Foto:Youtube

AGRONET--Dua negara, Guyana dan Suriname, belajar pembibitan ternak sapi dari Indonesia. Delegasi kedua negara itu terutama ingin mengetahu aplikasi teknologi inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik.

Sebanyak 13 orang dari kedua negara itu mengadakan perjalanan bisnis ke Indonesia dengan didampingi Duta Besar Republlika Indonesia untuk Suriname, Dominicus Supratikno, kemarin (4/6). Mereka melihat secara langsung beberapa tempat pembibitan sapi dengan teknologi kawin suntik.

Dalam siaran persnya Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Sugiono, mengatakan teknologi inseminasi buatan telah berkembang dengan baik di Indonesia. "Penggunaan IB tidak hanya untuk mempromosikan ternak tetapi juga sebagai alat untuk konservasi genetik ternak," kata dia.

Ia menambahkan Kementan memiliki program Upsus Siwab (upaya khusus sapi induk wajib bunting). Dalam program ini, kawin suntik merupakan ujung tombak untuk keberhasilan Upsus Siwab. Ini merupakan fokus kegiatan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan pada 2017-2019. Program tersebut dituangkan dalam peraturan Menteri Pertanian Nomor 48/Permentan/PK.210/10/2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting yang ditandatangani Menteri Pertanian pada 3 Oktober 2016.

Hari ini, delegasi dari Guyana dan Suriname mengunjungi Balai Inseminasi Buatan (BIB) Singosari, Malang. Mereka akan melihat secara langsung bagaimana praktik kawin suntik dilaksanakan. BIB lain yang dijadwalkan adalah di Lembang, Bandung.

Kedua BIB tersebut telah mampu memproduksi semen beku sexing. Ini berarti, bahwa ternak-ternak kelahiran IB dapat diprediksi komposisi jantan dan betinanya. “Sejak 2007 telah mampu melakukan ekspor semen beku ke beberapa negara, seperti Malaysia, Kamboja, Myanmar, Timor Leste, dan Kyrgyzstan,” papar Sugiono.

Ia menambahkan, BIB Singosari juga telah diakui dunia internasional dan dipercaya dalam menyelenggarakan pelatihan IB ternak sapi. Pelatihan itu dijalankan melalui program kerja sama didukung dana bantuan dari Asian Development Bank, Kerja Sama Selatan-Selatan, dan pelatihan di dalam negeri lainnya.

Upaya ini, tuturnya,, dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mengejar swasembada sapi yang ditargetkan tercapai pada 2026 mendatang. Dengan begitu, ini akan turut mewujudkan Indonesia yang mandiri dalam pemenuhan pangan asal hewan dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.  (442)

BERITA TERKAIT