Kontak Tani Keberatan Harga Beras Diturunkan

Selasa, 05 Juni 2018, 13:50 WIB

Pedagang beras di pasar. | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET--Harapan pemerintah agar harga eceran tertinggi (HET) beras bisa turun mendapat penolakan dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Jika HET beras diturunkan, KTNA mngancam tak akan menjual gabah hasil produksi mereka ke masyarakat.

Pemerintah berencana menurunkan HET beras medium Rp 9.450 per kilogram menjadi Rp 8.950 per kilogram. Berdasarkan hasil rapat koordinasi di tingkat Kementerian Koordinator Perekonomian, pemerintah memutuskan untuk menurunkan HET beras medium sebesar Rp 500 per kilogram untuk semua wilayah. Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengatakan keputusan ini diambil untuk menaikkan daya beli masyarakat.

Namun KTNA teak sependapat dan akan mengadakan perlawanan. "Bentuk perlawanan petani tidak dengan demo, tapi dengan cara menahan gabah," ujar Ketua Umum KTNA, Winarno Thohir, Senin (4/6).

Ia menambahkan penurunan HET beras medium tidak masuk akal. Ini karena harga keekonomian beras yang makin tinggi. Menururt Winarno, harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah tidak pernah naik selama tiga tahun terakhir. Di sisi lain, harga jualnya terus ditekan.

Padahal, jelasnya, dengan HET Rp 9.450 per kilogram saja petani sudah merasa keberatan. Walau begitu, KTNA masih bisa menerima kebijakan itu.

"Kalau sekarang HET mau diturunkan lagi, kami jelas keberatan," ucapnya. Pengurus KTNA mengaku sudah mengunjungi dan memantau pasar di 34 provinsi Indonesia. Hampir semua pedagang pasar menjual beras di bawah HET.  (442)

BERITA TERKAIT