PPh untuk Petani Gula akan Dihapus

Sabtu, 09 Juni 2018, 20:37 WIB

Tanaman tebu. | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET--Pemerintah tengah mempertimbangkan penghapusan pajak penghasilan (PPh) bagi petani gula tebu. Selama ini, saat menjual gula curahnya ke Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), petani tebu dikenakan PPh.

Kebijakan pengenaan PPh itu dikeluhkan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI). Mereka mengadu pada Moeldoko (kepala staf kepresidenan yang juga ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia/HKTI) agar pemerintah menghapus PPh.

“Pengenaan PPh pada petani gula tebu ini memang memberatkan. Kemungkinan PPh akan dihapus jadi nol persen, biar petani bisa bersaing,” tutur Moeldoko usai rapat dengan Presiden Joko Widodo kemarin (8/6) di Jakarta.

Selama ini petani gula/tebu yang memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP) dikenakan PPh 1,5 persen. Sedangkan petani yang tidak memiliki NPWP dikenakan PPh 3 persen. Kenyataannya, jauh lebih banyak petani yang tak punya NPWP.

Moeldoko telah menyampaikan harapan itu pada Menko Perekonomian, Darmin Nasution, untuk membicarakan hal ini. Selanjutnya, menko perekonomian akan membahasnya dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Pembebanan PPh ini sempat membuat petani gula/tebu resah. Apalagi, satu-satunya saluran penjualan gula mereka adalah ke Bulog. Nyaris jarang sekali petani gula menjual hasil produknya ke pihak lain.

Sekarang ini harga pokok pembelian (HPP) gula dari Kementerian Perdagangan Rp 9.700 per kg. Sedangkan sebelumnya Kementerian Pertanian memberi rekomendasi HPP gula Rp 10.500 per kg. (442)

BERITA TERKAIT