Indonesia akan Ekspor Buah ke Rusia

Sabtu, 09 Juni 2018, 20:59 WIB

Manggis.

AGRONET--Pemerintah akan terus berupaya meningkatkan ekspor produk pertanian. Salah satu negara yang menjadi tujuan ekspor produk pertanian adalah Rusia.

Menurut Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaeman, selain crude palm oil (CPO), Indonesia juga akan mengekspor buah-buahan ke Rusia. Negara ini pun sudah membuka pintu lebar-lebar bagi masuknya komoditas buah dari Indonesia.

“Ekspor CPO ke Rusia akan kita perkuat. Selain itu, kita akan mengekspor manggis, salak, dan nanas ke sana,” kata Amran usai bertemu Dubes Rusia untuk Indonesia, Ludmila Verobieva, kemarin (8/6) di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta.

Ludmila membenarkan apa yang disampaikan menteri pertanian. “Kami sangat terbuka menerima buah-buahan dari Indonesia,” ungkapnya.

Ia menyadari, Indonesia dan Rusia merupakan negara dengan hasil pertanian yang besar dan beragam. Iklim Indonesia yang tropis dan Rusia yang subtropis diakuinya saling membutuhkan. Indonesia bisa mengekspor buah-buahan yang tumbuh di negara tropis (yang tidak bisa tumbuh di wilayah subtropis) ke Rusia. Sebaliknya, Rusia juga berpeluang besar mengekspor buah-buahan subtropis ke Indonesia.

Selama ini, ekspor manggis Indonesia terus meningkat. Menurut Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Banun Harpini, pada 2017 ekspor manggis mencapai 10.200 ton ke lebih 20 negara. Sedangkan untuk tahun 2018, sampai Mei ini, ekspor manggis telah mencapai 29.500 ton.

Keberhasilan ekspor manggis ini sangat menguntungkan petani. Di pasar dalam negeri, kata Banun, harga manggis domestik mencapai Rp 8.000 per kg. Adapun untuk ekspor, harga manggis mencapai Rp 20-30 ribu per kg. (442)

BERITA TERKAIT