Petani dan Nelayan Minta Tata Niaga Pangan yang Lebih Adil

Senin, 25 Juni 2018, 13:36 WIB

Tanaman padi siap panen.

AGRONET--Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) meminta pemerintah agar lebih memihak pada kepentingan petani dan nelayan. KTNA berharap pemerintah mengatur kembali tata niaga pertanian.

Ketua KTNA, Winarno Thohir, mengemukakan upaya pemerintah untuk menekan harga jual beras oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaeman. Bahkan ada rencana untuk lebih menekan lagi harga beras.

Winarno berpendapat, upaya terus menekan harga itu akan membuat rendahnya tingkat kesejahteraan petani. Untuk itu, dia minta pemerintah bersikap adil sehingga petani tidak dirugikan.

“Kalau harga terus ditekan, nilai tukar petani (NTP) dan nilai tukar usaha pertanian (NTUP) akan terus turun dan bisa makin drastis,” ungkap Winarno di Jakarta kemarin (24/6). Jika tata naga pertanian dirumuskan kembali, dia yakin kesejahteraan petani akan lebih terjamin. Ini sesuai dengan harapan pemerintah supaya tingkat kesejahteraan petani terus meningkat.

Dengan pengaturan ulang tata niaga pertania, tuturnya, tidak akan terjadi harga suatu komoditas jatuh saat musim panen. Sebaliknya, pengaturan tata niaga itu juga akan mengontrol tingginya harga pangan saat di luar musim panen.

Dia mengakui ada peningkatan kesejahteraan petani secara umum. Namun, ia menilai, peningkatan itu belum terlalu sigifikan. Untuk itu, pengaturan ulang tata niaga harga pangan sangat diperlukan.

Sesuai informasi Badan Pusat Statistik pada Mei 2018, indeks NTP naik 0,37 persen dari bulan sebelumnya yang 101,99 persen.  Adapun NTUP bulan Mei 2018 juga naik 0,32 persen dari bulan April 2018 yang 111,03 persen. (442)