Ada yang Aneh dengan Lada

Rabu, 27 Juni 2018, 16:20 WIB

Lada putih.

AGRONET--Komoditas lada mengalami kondisi yang tidak normal. Produksi lada hingga kini masih tergolong rendah. Uniknya, harga lada malah cenderung anjlok.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Keenterian Pertanian, Dedi Junaedi, menjelaskan seluruh area perkebunan lada di anah air mencapai 181.978 hektare pada tahun 2017. “Total produksinya sebanyak 87.029 ton,” kata Dedi dalam pertemuan ke-7 Kelompok Kerja Lada ASEAN di Pangkalpinang, Bangka Belitung, kemarin (26/6).

Hal itu berarti, tutur Dedi, produksi lada di Indonesia tak sampai satu ton per hektare. “Ini tentu saja belum maksimal,” kilahnya.

Ia pun membandingkan dengan negara Vietnam. Luas lahan lada di negara itu hanya mencapai 51 ribu hektare. Sedangkan produksinya sebanyak 150 ribu ton, atau mendekati tiga ton lada per hektare lahan.

Pada sisi lain, harga lada di dalam negeri juga turun. Pada Mei 21018, harga lada putih muntok sekitar Rp65 ribu per kg. Adapun pada awal tahun yang sama harganya Rp90 ribu per kg.

Dedi khawatir kondisi ini semakin tidak menarik bagi petani untuk menanam lada. Untuk itu, pemerintah akan terus melakukan kampanye dan promosi lada, baik dai sisi peremajaan tanaman, peningkatan produksi, dan konsumsi komoditas itu.

Tahun lalu, lada menyumbang ekspor 42 ribu ton. Nilai rupiah yang dihasilkan sekitar Rp236 juta dolar AS. Indonesia merupakan produsen lada kedua terbesar setelah Vietnam.

Di samping itu, ada 273.421 petani yang terkait bidang budi daya lada. Ini mnjadikan lada sebagai penyerap tenaga kerja potensial, selain sawit, karet, kopi, kakao, dan teh. (442)

BERITA TERKAIT