Polda Jatim Musnahkan 70 Ton Bawang Bombai Impor

Minggu, 01 Juli 2018, 16:04 WIB

Bawang bombai impor saat akan dimusnahkan di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Benowo, Surabaya.

AGRONET--Selama lebih satu bulan Satgas Pangan Polda Jawa Timur telah menemukan sekitar 70 ton bawang merah impor atau bawang bombai asal India. Komoditas ini masuk ke Indonesia secara ilegal atau menyalahi aturan.

Bawang bombai impor ini memiliki diameter umbi di bawah 5 cm. Padahal, sesuai aturan, diameter bawang merah (bawang bombai) yang diizinkan untuk diimpor haruslah di atas 5 cm.

Temuan barang bukti itu telah dimusnahkan pada akhir pekan lalu di Surabaya. Pemusnahan dilakukan di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Benowo, Surabaya dan dipimpin oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim, Kombes Pol Agus Santoso.

“Barang bukti ini sudah membusuk. Kami menemukan sejak 1,5 bulan lalu,” kata Agus.

Dia menjelaskan, impor bawang merah atau bawang bombai sama sekali tidak dilarang. Meski demikian, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Di antaranya ada ketentuan, bahwa diameter bawang impor harus di atas 5 cm.

Aturan itu dibuat untuk melindungi produk lokal dan supaya tidak merugikan petani bawang Indonesia. “Selain itu, aturan tersebut juga untuk menjaga kestabilan harga dalam negeri,” papar Agus.

Dari hasil temuan lain, tuturnya, importir tersebut ternyata juga menjual bawang bombai yang diimpornya sebagai bawang merah biasa. Lagi pula, harga jualnya ternyata lebih murah dari bawang merah lokal.

Kondisi ini, ujar Agus, tentu saja merugikan petani dan padagang bawang merah lokal. Ia menambahkan, dirut PT Jakarta Sereal sudah ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan lima perusahaan importir bawang itu juga sudah dikenakan sanksi atau black list. (442)

BERITA TERKAIT