FAO Apresiasi Kinerja Mentan

Rabu, 04 Juli 2018, 09:44 WIB

Stephen Rudgard, Representatif Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO) untuk Indonesia dan Timor Leste bertemu Menteri Andi Amran di Jakarta, (03/07) | Sumber Foto:Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET - Representatif Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO) untuk Indonesia dan Timor Leste yang baru, Stephen Rudgard, mengapresiasi kemajuan dan keberhasilan sektor pertanian di Indonesia dan mengentaskan kemiskinan di pedesaaan. Ini disampaikan dalam kunjungan kerjanya ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan) RI di Jakarta, Selasa (03/07/2018).

Dalam kunjungannya, Stephen mengaku bangga bisa bertemu dan berdiskusi dengan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, yang telah mendorong industri pertanian Indonesia sehingga mampu mengekspor pangan dan mampu melakukan pengembangan teknologi pertanian.

"Saya bangga dan gembira bisa bertemu dan berdiskusi dengan Menteri Pertanian, membicarakan prioritas program-program ke depan antara FAO dan Kementan," ujar Stephen.

Dalam waktu dekat, Stephen akan mengundang Director General FAO, Jose Graziano Da Silva, ke Indonesia, untuk melihat kemajuan pertanian Indonesia guna meningkatkan kerja sama peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Bahkan meningkatkan volume ekspor pangan Indonesia ke berbagai negara.

“Kedatangannya nanti untuk melihat langsung kemajuan pertanian Indonesia. Sebab banyak capaian yang drastis dalam meningkatkan produksi dan volume ekspor. Saat ini kebijakan pertanian pun telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan di pedesaan,” ungkapnya.

Menteri Amran menambahkan untuk memperkuat kerjasama antara Indonesia-FAO, dalam waktu dekat akan dilakukan kunjungan ke Sulawesi Selatan, khususnya melihat langsung pengembangan kakao dan bertemu dengan petani untuk memberikan edukasi. Peran FAO sangat diharapkan dalam memberikan bantuan pada petani Indonesia.

"Kita berharap produksi kakao kita lebih besar lagi. Dari sebelumnya 600 ton, kita targetkan lebih dari 1 juta ton," jelas Amran. (222)