Nilai Tukar Petani Juni 2018 sebesar 102,04 atau naik 0,05 persen

Senin, 09 Juli 2018, 13:54 WIB

Infografis Nilai Tukar Petani

AGRONET – Berdasarkan data yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) periode Juni 2018, Nilai Tukar Petani (NTP) bulan Juni 2018 sebesar 102.04 atau naik 0,05 persen. Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.

NTP nasional Juni 2018 sebesar 102,04 atau naik 0,05 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,36 persen, lebih besar dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,30 persen.

Pada Juni 2018, NTP Provinsi Maluku mengalami kenaikan tertinggi (0,78 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Riau mengalami penurunan terbesar (1,87 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.

Pada Juni 2018 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,33 persen disebabkan oleh naiknya indeks di seluruh kelompok penyusun Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT), dengan kenaikan terbesar pada Kelompok Sandang.

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Juni 2018 sebesar 111,51 atau naik 0,12 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Gabah Kering

Dari 1.288 transaksi penjualan gabah di 27 provinsi selama Juni 2018, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 73,83 persen, gabah kualitas rendah 14,29 persen, dan gabah kering giling (GKG) 11,88 persen.

Selama Juni 2018, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.650,00 per kg atau naik 2,10 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.739,00 per kg atau naik 2,08 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada Mei 2018. Rata-rata harga GKG di petani Rp5.361,00 per kg atau naik 1,78 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.468,00 per kg atau naik 1,76 persen. Harga gabah kualitas rendah di tingkat petani Rp4.281,00 per kg atau turun 0,55 persen dan di tingkat penggilingan Rp 4.367,00 per kg atau turun 0,68 persen.

Dibandingkan Juni 2017, rata-rata harga pada Juni 2018 di tingkat petani untuk kualitas GKP dan gabah kualitas rendah mengalami kenaikan masing-masing 2,69 persen dan 8,82 persen, sedangkan GKG mengalami penurunan sebesar 3,65 persen. Demikian juga di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada Juni 2018 untuk kualitas GKP dan gabah kualitas rendah juga mengalami kenaikan masing-masing 2,69 persen dan 8,96 persen, sedangkan GKG turun sebesar 3,68 persen.

Pada Juni 2018, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.478,00 per kg, turun sebesar 0,48 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Rata-rata harga beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.135,00 per kg, turun sebesar 0,60 persen. Sedangkan rata-rata harga beras kualitas rendah di penggilingan sebesar Rp8.941,00 per kg, turun sebesar 0,67 persen.

Dibandingkan dengan Juni 2017, rata-rata harga beras di penggilingan pada Juni 2018 semua kualitas mengalami kenaikan, untuk kualitas premium sebesar 0,36 persen, kualitas medium sebesar 3,88 persen, dan kualitas rendah sebesar 6,69 persen. (BPS/222)

BERITA TERKAIT