Kopi Garut Ekspor Perdana

Selasa, 10 Juli 2018, 10:53 WIB

Biji kopi | Sumber Foto:pixabay

AGRONET -- Kualitas kopi Garut sudah diakui dunia bukan hanya sekadar isapan jempol belaka,hal itu bisa dibuktikan dengan banjirnya permintaan (order) dari berbagai negara terhadap para pelaku usaha kopi. Hal ini terbukti dengan adanya ekspor kopi jenis green been asal Garut ke Taiwan. 

"Ini merupakan ekspor kopi jenis green been kopi terbaik arabica pertama dari Garut ke Taiwan,untuk ekspor kopi perdana ini kami mengirimkan baru satu kontiner sebanyak 22 ton gabah kopi arabica,kemungkinan tahun depan khusus untuk Taiwan sudah meminta untuk dikirim sebanyak tiga kontiner," ujar pengusaha kopi Mahkota Bayongbong Garut, Hari Yuniardi, Selasa (10/7/2018).

Bukan hanya Taiwan, tetapi negara lainnya dibelahan benua eropa seperti Ukraina juga telah melakukan pemesanan.  "Beberapa waktu lalu Kami kedatangan tamu dari kedutaan ukraina dan membawa contoh (sample) kopi arabica asal Garut,ternyata tidak lama kemudian dari kedutaan ukraina membawa kabar baik guna memesan untuk dikirim beberapa kontiner," paparnya.

Menurut Hari, dengan banjirnya permintaan order kopi dari berbagai negara untuk tahun 2019 mendatang, pihaknya langsung melakukan langkah kordinasi dengan mitra petani kopi Garut. "Mitra petaninkopi Garut sudah menyanggupi untuk menyediakan komoditi kopi terbaiknya sebanyak 10 kontiner, namun untuk posisi tahun ini guna memenujinpermintaan dari taiwan sudah memliki stok sebanyak 7 kontiner," tukasnya.

Hari mengakui bahwa kualitas kopi Garut memiliki potensi market atau pasar yang cukup besar dan luas, tentu saja hal ini dapat mrnaikan nilai tambah ekonomi baik bagi petani selaku mitra mauoun bagi para pelaku usaha kopi atau eksportirnya.

"Saat ini khusus untuk kopi mahkota. Baru bisa menyerap prosuk komiditi kopi arabica dari petani kopi Garut baru sekitar 30 persen saja atau sekitar 300 ton untuk kopi gabah green been,artinya harus lebih memliki market yang luas san nilai produksi kopi secara kuantitas harus terus ditambah," pungkasnya.(222/KBRN/IR).