Agar Budi Daya Gurami Lebih Produktif

Selasa, 17 Juli 2018, 13:58 WIB

Ikan Gurame

AGRONET—Ikan yang satu ini hampir selalu ada di daftar menu setiap rumah makan. Popularitasnya sudah tidak diragukan lagi. Ya, Ikan gurami memang digemari di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Cita rasanya yang gurih dan lezat, serta tekstur dagingnya yang padat membuat kekhasan sendiri ikan air tawar ini.

Tahu bahwa ikan gurami memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Sekelompok mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB: Bagja Sanjaya, Yurid Kushendarsyah, dan Fahrudin Ahmad, melakukan budidaya ikan gurami sebagai bagian dari proyek penelitiannya yang dituangkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Eksasta (PKM PE) dibawah bimbingan Agus Oman Sudrajat.

Tujuan penelitian dari tiga mahasiswa asal Tasikmalaya ini tak lain untuk meningkatkan produktivitas benih ikan gurami. Dengan mempercepat pertumbuhan ikan gurame maka keuntungan yang berlipat dapat diraih para pembudidaya ikan gurami tersebut.

Menurut penelitian Bagja dan kawan-kawan, salah satu kendala dalam budidaya ikan gurami adalah kecepatan pertumbuhannya. Antara ikan jantan dan betinanya pertumbuhannya tidak sama. Ikan jantan gurami mengalami pertumbuhan yang lebih cepat daripada ikan betina. Hal tersebut menunjukkan bahwa ikan jantan gurami dapat dipanen lebih cepat daripada ikan betina.

“Masa pemeliharaan ikan betina gurame dapat mencapai 1,5-2 tahun sedangkan ikan jantan gurami sudah dapat dipanen 6 bulan-1,5 tahun,” ujar Fahrudin Ahmad.

Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan cara memberikan hormon 17a-methyl testoterone pada ikan gurami untuk mengarahkan pembentukan jenis kelamin jantan. Sebelum jenis kelamin ikan gurami terdiferensiasi, hormon 17-a methyl testosterone diberikan pada ikan gurami. Hal tersebut dilakukan agar pembentukan gonad betina terhambat sehingga yang berkembang selanjutnya adalah testis. Sehingga semua benih yang dihasilkan berjenis kelamin jantan.

Ikan jantan gurami lebih cepat tumbuh sehingga dijadikan target budidaya. Setelah itu, ikan yang sudah tumbuh menjadi jantan diberi pakan yang diperkaya dengan asam glutamat untuk meningkatkan nafsu makan. Sehingga pertumbuhan ikan menjadi lebih cepat dan semakin cepat juga dipanen.

“Harapan terbesar kami adalah dapat mengembangkan usaha budidaya gurami ini di Tasikmalaya. Kami akan melakukan pengamatan terhadap gonad ikan yang telah diberi perlakuan. Harapannya semua berubah jadi jantan. Selain itu, kami juga dapat menentukan dosis mana yang sesuai untuk meningkatkan nafsu makan ikan gurami. Sehingga alternatif pemeliharaan ikan gurame yang kami kembangkan dapat diterapkan dalam usaha budidaya,” harap ketua tim, Bagja Sanjaya (IPB/AD/222).

 

BERITA TERKAIT