Larangan Antibiotik untuk Pakan Ternak Pengaruhi Harga Telur Ayam

Selasa, 17 Juli 2018, 15:27 WIB

Ayam Petelur. | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET--Lain Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, lain pula pandangan Ketua Asosiasi Peternak Petelur Indonesia (APPI), Feri P. Menurut Feri, bukan hajatan Piala Dunia sepak bola yang menyebabkan harga telur ayam naik.

 “Larangan penggunaan antibiotic growth promotor (AGP) inilah yang membuat harga telur ayam melejit. Dalam campuran pakan ternak, AGP dilarang karena pertimbangan kesehatan,” ujar Feri, Senin (16/7) di Jakarta.

Karena larangan pemerintah itu, peternak mencari bahan pengganti. Dengan bahan pengganti itu, terjadi kenaikan biaya sekitar Rp500-1,000 per keg pakan.

Fakta lain memperlihatkan, kata Feri, setelah tak lagi memakai AGP maka produktivitas telur ayam turun sekitar 5 persen. Kondisi ini otomatis ikut mempengaruhi harga telur ayam.

AGP merupakan antibiotik yang membuat daya tahan unggas lebih tinggi dan tidak gampang terkena penyakit. Meski begitu, pemakaian AGP pada unggas akan meninggalkan residu dan ini berdampak buruk bagi kesehatan konsumen telur ayam atau manusia.

Feri menambahkan, para peternak tak mempersoalkan larangan penggunaan AGP yang memang bisa merugikan manusia. Peternak pun ingin ayamnya menghasilkan telur yang sehat. Akan tetapi hal itu membuat tambahan harga yag harus dikeluarkan untuk pakan ternak. Ini pula yang mengakibatkan harga telur ayam naik. (442)  

BERITA TERKAIT