Gelombang Laut Tinggi, Nelayan Enggan Melaut

Senin, 23 Juli 2018, 13:38 WIB

Gelombang laut. | Sumber Foto:Pixabay

AGRONET--Tingginya gelombang laut mengakibatkan sebagian besar nelayan tak berani melaut. Gelombang laut memang cenderung naik tinggi dalam beberapa hari belakangan ini.

“Nelayan yang melaut tak lebih dari 30 persen. Lebih banyak nelayan yang tak melaut,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Indramayu, Dedi Aryanto, kemarin (22/7) di Indramayu, Jawa Barat. Kondisi ini amat menyulitkan nelayan yang berperahu kecil. Lagi pula, saat ini juga sedang paceklik atau minim ikan di laut.

Menurut Dedi, panasnya suhu air laut membuat ikan melakukan migrasi. Ikan-ikan, tuturnya, akan lebih menyukai air laut yang tak panas atau hangat.

Hal serupa juga terjadi di Medan. Nelayan di Serdang Bedagai (Sergai) bernama Sutrisno mengaku sudah sepekan ini tak bisa melaut. “Tinggi gelombang sekitar dua hingga tiga meter. Apalagi, angnin pun kencang sekali,” kilahnya.

Praktis hanya uang tabungan yang menjadi andalan Sutrisno untuk memenuhi  kebutuhan hidup sehari-hari. Ia berharap kondisi buruk ini tak berlangsung lama sehingga para nelayan bisa kembali berlayar untuk mencai ikan.

Sedangkan Ketua DPD HNSI Bali, Nengah Manu Mudita, menuturkan gelombang laut yang tinggi memang mengganggu aktivitas nelayan. Namun, pemerintah sudah mengantisipasi dengan dengan peraturan daerah yang mengatur hak nelayan untuk mengelola wilayah pesisir sebagai kawasan pariwisata.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gelombang laut tinggi masih akan terjadi dalam beberapa hari mendatang. Berkaitan dengan hal itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, meminta syahbandar (kepala pelabuhan) untuk memperketat kapal yang akan berlayar.

Pertimbangan keselamatan, ujar Budi, menjadi prioritas utama. Menhub juga meminta agar semua pemilik kapal (ukuran besar, sedang, maupun kecil) untuk lebih berhati-hati dan mempertimbangkan kondisi cuaca dan gelombang laut yang sedang buruk tersebut. (442)

BERITA TERKAIT