Kekeringan Mendera Beberapa Wilayah

Selasa, 31 Juli 2018, 14:37 WIB

Sawah yang sedang kekeringan. | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET--Kekeringan telah terjadi di beberapa wilayah Pulau Jawa. Akibatnya, ketersediaan pangan di wilayah itu menjadi terganggu.

Di sebagian kawasan Desa Kalitapen, Purwojati, Banyumas, Jawa Tengah, keterbatasan air atau kondisi kekeringan sudah terjadi sejak dua bulan lalu. Hal itu membuat stok bahan pangan di sana tak memadai.

“Pada umumnya di wilayah kami itu sawahnya tadah hujan. Artinya, air untuk mengairi sawah itu sepenuhnya dari hujan yang turun. Kalau musim kemarau, sawah tak bisa ditanami,” tutur Sukarto, kepala dusun Wanarata, Kalitapen di Banyumas kemarin (30/7).

Untuk menyiasati, masyarakat di sana menu makanan pokoknya bergantian. Jika pagi makan nasi, siang atau malam makan tiwul (bahan dasarnya dari singkong). Bahkan, kata dia, ada pula yang sudah tak makan nasi sama sekali dalam beberapa pekan.

Kondisi kekeringan juga terjadi di Sukabumi, Jawa Barat. Paling tidak ada aparat dari 12 kecamatan di sana yang telah melaporkan keterbatasan air bersih di wilayahnya.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi, Widiaman, menambahkan wilayah yang umumnya kesulitan air bersih itu berada di kawasan utara. Ia memperkirakan, jumlah wilayah yang kesulitan air bersih akan bertambah seiring lamanya musim kemarau.

Kabupaten Kuningan, Jawa Barat juga melakukan siaga kekeringan. Selain keterbatasan air, aparat di sana juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Agus Mauludin, mengutarakan di daerahnya ada delapan kecamatan yang selama ini rawan kekeringan: Ciawigebang, Ciwaru, Cibereum, Ciniru, Karangkancna,  Cipicung, Cimahi, dan Cidahu. “Kami terus memonitor, terutama di wilayah yang rawan tersebut,” ungkap Agus.

Beberapa hari sebelumnya dilaporkan, wilayah Jawa Barat yang kekeringan meliputi  Indramayu , Garut, Ciamis,  Sukabumi, Majalengka, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bandung. Total luas lahan yang kekeringan (bahkan ada yag gagal panen) mencapai 438 hektare. (442)

BERITA TERKAIT

Komunitas