Moeldoko Sebut 5 Masalah Pertanian pada Siswa SMK Pertanian Subang

Jumat, 03 Agustus 2018, 21:34 WIB

Kepala KSP, Muldoko | Sumber Foto:KSP

AGRONET--Pandangan lama dalam mengolah pertanian haruslah ditinggalkan.  Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko di hadapan ratusan siswa SMKN (Sekolah Menengah Kejuruan Negeri) Subang (3/8) menyampaikan, “Dulu menjadi petani itu susah, namun sekarang petani dapat bekerja dengan peralatan yang canggih dan modern.”

Moeldoko menghimbau para siswa SMK Pertanian harus memikirkan cara memperkenalkan teknologi dalam bertani.  Melalui program pendidikan vokasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan industri dan ekonomi secara berkelanjutan.

Kepala SMKN 2 Sumbang, Lim Gunawan menyatakan, “Materi pembelajaran di SMKN 2 Subang sudah diselaraskan dengan kebutuhan industri.”  Sejalan dengan itu, Moeldoko menyemangati para siswa agar terus belajar sungguh-sungguh dan mengukir prestasi.

Moeldoko pun bercerita tentang masa kecilnya yang lahir dari keluarga petani.  Dengan keilmuan yang ia miliki, kini lahan pertanian miliknya telah tersentuh teknologi.  Tanamanan kentang yang semula hanya panen 15 ton, kini menjadi 25 ton.

Hasil panen yang melimpah, bentuk keberhasilan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ini dalam meubah pola pikir petani.  “Petani diberi pengertian agar menerapkan teknologi, misalnya dengan memanfaatkan mikroba dalam perbaikan lahan yang rusak,” sebut Moeldoko. 

Sejatinya lima permasalahan pertanian Indonesia saat ini antara lain : pencemaran tanah karena pestisida dan pupuk kimia berlebihan. Kedua, sulitnya mengakses modal dan rendahnya penggunaan teknologi. 

Keempat, manajemen tenaga kerja, serta persoalan pasca panen termasuk harga pasar dan pengelolaan.  “Perubahan wajah pertanian Indonesia dan wajah petani Indonesia ada ditangan generasi muda,” kata Moeldoko di SMKN 2 Subang. (269/KSP)

Komunitas