Sudah 4 Hari, Semburan Aneh di Ngawi Masih Ada

Kamis, 09 Agustus 2018, 09:52 WIB

Semburan air di Ngawi, Jawa Timur.

AGRONET--Semburan aneh air sumur di Dusun Weru, Desa Sidolayu, Widodaren, Ngawi, Jawa Timur, belum juga berakhir. Sumur milik Muji itu berfungsi untuk mengairi sawah miliknya.

Menurut Muji, Kamis (9/8) di Ngawi, semburan air sumur itu awalnya terjadi pada hari Minggu (5/8). “Sumur itu sudah setahun saya pakai untuk mengairi sawah dan tak ada yang aneh,” ujarnya. Namun siang itu, tiba-tiba ada suara bergemuruh tatkala mesin pompa bertenaga matahari di sumur itu dihidupkan.

Muji sempat mematikan mesin pompa. Akan tetapi suara gemuruh itu tak reda juga. Tak seberapa lama, air muncrat dari dalam dengan ketinggian hingga sekitar 30 m. Bahkan pada saat tertentu ketinggian air bisa mencapai lebih dari 50 m.

Dia dan teman-temannya lalu melaporkan ke aparat. Saat itu juga polisi melarang warga untuk mendekati semburan air tersebut.

Berdasarkan penjelasan Kepala Bidang Energi, Dinas Energi dan Sumer Daya Mieral Jatim, Kukuh Sudjatmiko, semburan itu terjadi karena fenomena alam. “Di tanah dekat sumber air itu kemungkinan ada retakan. Dalam retakan itu ada kantong gas yag keluar sehingga mendorong air untuk terus naik,” papar Kukuh.

Semburan air ini, ungkap Kukuh, berbeda dengan kasus lumpur Lapindo. Dalam kasus Lapindo, ada pengeboran sedalam tiga km. Sedangkan di sumur milik Muji itu cuma digali sedalam sekitar 80 m,” jelasnya.

Secara kebetulan, daerah Ngawi memiliki potensi gas yang relatif tinggi. Kota yang berada di antara Gunung Lawu dan Gunung Kendeng itu memiliki banyak retakan yang apabila ada akivitas di atasnya menyebabkan gas ikut menyembul ke atas.

Semburan serupa pernah terjadi tahun 2015 d Nganjuk dan Bojonegoro. Dalam jangka dua minggu, semburan akhirnya surut dengan sendirinya. (442)

BERITA TERKAIT