Pembudi Daya Ikan di Sulsel Terima Asuransi dan Kartu KUSUKA

Rabu, 05 September 2018, 13:14 WIB

Panen udang. | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET-- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyerahkan kartu Pelaku Usaha  Kelautan dan Perikanan (KUSUKA) kepada pembudi daya ikan di Provinsi Sulawesi Selatan. Selain itu, KKP juga memberikan jaminan asuransi bagi para pembudi daya ikan patin dan bandeng.

 Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Slamet Soebjakto, menjelaskan kartu KUSUKA merupakan bagian dari upaya KKP melakukan pemberdayaan dan perlindungan bagi pelaku usaha perikanan. Kartu itu akan menyediakan basis data yang akurat di bidang kelautan dan prikanan.

 Sebagai tahap awal kartu ini diserahkan melalui PT Bank Negara Indonesia (BNI) kepada 794 pembudi daya ikan yang telah tervalidasi di 5 (lima) kabupaten, yakni Takalar, Maros, Bulukumba, Pinrang, dan Makassar. Sisanya akan diberikan secara bertahap setelah proses validasi selesai. 

 Penerbitan kartu KUSUKA juga merupakan program KKP dalam mewujudkan sistem satu data melalui identitas tunggal bagi pelaku usaha kelautan dan perikanan. "Data base yang disajikan secara online (daring) dan terintegrasi menjadi keniscayaan pada saat ini. Itu akan memberikan kemudahan kepada pemerintah dalam memetakan kebijakan yang bersentuhan langsung dengan pembudi daya ikan,” papar Slamet.

 Salah satunya nanti kartu ini akan menjadi basis data untuk perlindungan bagi pembudidaya ikan melalui program asuransi perikanan bidang pembudidayaan ikan. Di samping itu kartu ini akan menjadi sarana efektif dalam melakukam pembinaan, monitoring, dan evaluasi perkembangan usaha budidaya yang dijalankan,” jelas Slamet.

 Ia menambahkan penerbitan kartu KUSUKA bekerja sama dengan BNI amat penting karena perbankan juga secara langsung menyediakan akses pembiayaan bagi usaha mikro/kecil. Slamet menjelaskan, bahwa pembudi daya yang telah memiliki kartu akan menjadi prioritas utama dalam mengakses dukungan program-program KKP.

 Selain sebagai database yang terintegrasi dengan web KKP, kartu KUSUKA ini multiguna dan memberi kemudahan akses transaksi daring, termasuk kemudahan akses pembiayaan seperti KUR. Hingga saat ini, KKP telah merilis kartu KUSUKA untuk 1.546 pembudi daya ikan, masing-masing tersebar di 4 (empat) provinsi:Jawa Barat, Jawa Tengah,  Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

 Di samping menyediakan database pelaku usaha melalui kartu KUSUKA, KKP juga mulai memperluas cakupan asuransi bagi pembudidaya ikan kecil. Dari semula diperuntukan bagi usaha  budi daya udang, saat ini diperluas hingga mencakup usaha pembudidayaan ikan lainnya, yakni nila, patin, dan bandeng. Jaminan asuransi ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan usaha budi daya.

 Slamet mengemukakan asuransi ini sebagai bentuk keberpihakan pemerintah dalam upaya memberikan perlindungan usaha terhadap risiko kegagalan usaha yang dialami pembudi daya skala kecil. Ia menegaskan, bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjalankan amanat UU No 7 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan Kecil, dan Petambak Garam.

 "Pemerintah pada tahap awal masih memberikan bantuan premi, masing-masing untuk budi daya udang senilai Rp450.000 per tahun dan usaha lainnya Rp150.000 per tahun.Ke depan diharapkan pembudi daya bisa mengakses secara mandiri,” ujar Slamet.

 Pada kesempatan yang sama, Bupati Takakar, Syamsari, mengungkapkan bahwa pemda punya komitmen menjadikan perikanan budi daya ini sebagai penggerak ekonomi daerah. "Kabupaten Takalar merupakan sentra budi daya terbesar di Sulsel, khususnya untuk rumput laut. Kami  mengapresiasi berbagai dukungan KKP yang banyak dialokasikan di Kabupaten Takalar dan secara nyata memberikan dampak bagi pengembangan usaha budidaya yang ada," ujarnya. (591)

BERITA TERKAIT