Dana Rp22,2 Milliar Sudah Siap untuk Peremajaan Sawit di Jambi

Selasa, 11 September 2018, 22:57 WIB

Kebun kelapa sawit.

AGRONET—Peremajaan kelapa sawit menjadi perhatian serius Kementerian Pertanian (Kementan). Kelapa sawit yang sudah berusia di atas 25 tahun dinilai sudah tak lagi produktif sehingga perlu diganti tanaman baru.

Menurut Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, daerah yang akan menjadi prioritas peremajaan adalah wilayah Jambi. “Luas lahan kelapa sawit yang akan diremajakan 889,7 hektare (ha),” kata Amran kemarin (10/9) di Muaro Jambi.

Dengan peremajaan ini, sawit yang menghasilkan 2,5 ton minyak sawit mentah (CPO/crude palm oil) per ha diharapkan bisa menjadi 8 ton per ha. “Total dana yang dibutuhkan untuk peremajaan sekitar Rp22,2 miliar,” tutur menteri.

Dana tersebut akan diserahkan untuk lima koperasi di tiga kabupaten, yakni Tanjung Jabung Barat, Merangin, dan Muaro Jambi. Para penerima bantuan, papar Amran, bukanlah perseorangan akan tetapi haruslah kelompok tani, koperasi, gabungan kelompok tani, atau lembaga lain yang memenuhi kriteria.

Program peremajaan sawit ini diharapkan dapat menjangkau 20 provinsi atau 75 kabupaten. Untuk itu, ujarnya, diperlukan benih sebanyak 27,7 juta batang. Kebutuhan ini akan dipasok dari 17 industri nasional.

Peremajaan kelapa sawit khusus diberikan pada tanaman milik petani atau perkebunan rakyat. Tanaman yang terkena peremajaan adalah yang umurnya sudah lebih dari 25 tahun. Biaya peremajaan akan ditanggung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Sementara itu pelaksana tugas Gubernur Jambi, Fachrori Umar, menjelaskan, andalan Provinsi Jambi selama ini memang subsekktor perkebunan. Tak kurang dari 660 ribu petani yang bergiat di sektor perkebunan. Adapun luas lahan perkebunan di jambi mencapai 168 juta ha.

Di Jambi, dari 789 ribu ha lahan sawit, 578  ribu ha di antaranya merupakan milik rakyat. Lahan yang perlu mendapat peremajaan seluas 63 ribu ha. (442)