Prospek Menggiurkan dari Anggrek Bulan

Rabu, 12 September 2018, 16:17 WIB

Direktur Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Suwandi.

AGRONET--Anggrek bulan (moon orchid) merupakan salah satu tanaman hias yang cukup digemari di Indonesia. Salah satu pembudi daya anggrek bulan adalah PT Ekakarya Graha Flora, yang kini bahkan telah mampu mengekspor ke Singapura.

Menurut Cucu, salah seorang pegawai Ekakarya, saat ini perusahaannya telah mampu mengembangkan lebih dari 10 varietas anggrek bulan di Desa Titisan, Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat. "Anggrek merah, anggrek putih lidah merah, anggrek lidah kuning, black jack, sakura, putih spot merah, black jack kupu-kupu," bebernya tentang beberapa varietas yang dikembangkan, Selasa (11/9).

Varietas-varietas tersebut merupakan hasil kawin silang, meski bibitnya ada yang impor. Produk Ekakarya didistribusikan ke wilayah Jakarta dan daerah penyangga Ibu Kota untuk yang telah dirangkai. Ada pula yang ke Bali dan belum dirangkai.

"Ekspor ke Singapura. Diekspor saat tumbuh bakal bunga 25 sentimeter," lanjut Cucu. Untuk yang dirangkai, didistribusikan ke Jabodetabek sebanyak 400 batang per hari dan rangkai sekitar 2.500 batang per hari.
Anggrek bulan yang tidak menggunakan pot dibanderol Rp138 ribu per tangkai. Dalam kemasan pot keramik, dijual Rp295 ribu per tangkai.

Pada kesempatan sama, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Suwandi, salut dengan budi daya tersebut. Katanya, "Ini jadi inspirasi untuk menjadi pengusaha pertanian, khususnya tanaman hias."
Dirinya meyakini, peluang bisnis florikultura cukup terbuka. Karenanya, Suwandi mendorong masyarakat untuk jeli melihat potensi tersebut.

"Ayo, jangan ragu untuk budi daya tanaman hias. Sudah banyak juga, kok, yang diekspor. Kami sebagai regulator dan fasilitator, pasti siap membantu untuk perizinan dan lainnya. Kami cuma mau kesejahteraan petani meningkat melalui ekspor, sesuai arahan Pak Menteri Amran," pungkasnya. (222)

BERITA TERKAIT