Kementan Alokasikan 85% Anggaran untuk Kesejahteraan Petani

Rabu, 12 September 2018, 20:14 WIB

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman

AGRONET--Kementerian Pertanian dengan Komisi IV DPR RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat membahas Rancangan Anggaran tahun 2018, penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK), dan isu-isu faktual. Komisi IV DPR RI kembali mengapresiasi kinerja Kementerian Petanian dalam membangun pertanian. Menurut Edi Prabowo,Ketua Komisi IV DPR RI, Kementan berhasil membawa investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan rencana kerja dan target yang hendak dicapainya pada tahun 2019. Fokus program kerja Kementan di tahun 2019 adalah pengembangan infrastruktur dan korporasi petani untuk percepatan peningkatan produksi dan ekspor pangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin.

Secara rinci target 2019 tersebut akan berbentuk kegiatan: Pertama, produksi dan perbanyakan benih/bibit melalui pengembangan nursery/kebun benih/bibit; Kedua, peningkatan penyediaan air melalui perbaikan jaringan irigasi dan pembangunan embung, long storage, dam parit; Ketiga, modernisasi pertanian melalui peningkatan bantuan alsintan; Keempat, pengembangan komoditas strategis padi, jagung, kedelai, gula, daging sapi/kerbau, cabai dan bawang merah; Kelima, percepatan peningkatan bawang putih dan pengembangan komoditas substitusi impor; Keenam, penyediaan dan perbanyakan indukan sapi dan UPSUS SIWAB; Ketujuh, pencetakan sawah di wilayah perbatasan dan daerah pengembangan baru dan optimasi lahan kering dan lahan rawa; Kedelapan, peningkatan pendidikan dan pelatihan vokasional; Kesembilan, pengembangan lumbung pangan berorientasi ekspor di daerah perbatasan, serta Kesepuluh, pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat petani miskin di perdesaan.

“Beberapa kegiatan utama di atas di antaranya diarahkan untuk pencapaian produksi komoditas strategis yang ditargetkan sebagai berikut : padi 84 juta ton, jagung 33 juta ton, kedelai 2,8 juta ton, bawang merah 1,41 juta ton, cabai 2,29 juta ton, daging sapi 0,75 juta ton, gula 3,8 juta ton serta target beberapa komoditas sebagaimana pada bahan yang telah Kami sampaikan kepada pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI”, jelas Menteri Amran.

Pelaksanaan kegiatan utama dan pencapaian target produksi di atas, menurut Amran didasarkan pada pagu anggaran tahun 2019 sebesar Rp 21,69 triliun, yang tersebar di 11 titik mulai dari sekretariat jenderal, sejumlah direktorat jenderal serta beberapa badan.

Untuk meyakinkan Komisi IV DPR RI, Amran menguraikan pencapaian yang sudah diraih Kementan dalam 4 tahun terakhir. Anggaran yang diterima Kementan, dimaksimalkan penggunaannya untuk kepentingan pembangunan pertanian, dan kesejahteraan petani.

“Saat Saya serah terima jabatan (sebagai Menteri), 48 persen anggaran merupakan biaya operasional cat gedung, seminar dan seterusnya. Di tahun 2018, untuk operasional tinggal 3%. Sementara untuk petani yang dulunya hanya 35%, sekarang menjadi 85% untuk benih, bibit, alat mesin pertanian (alsintan)“, terang Amran.

Dengan komposisi anggaran seperti ini, Mentan menjelaskan ekspor komoditas pertanian Indonesia naik 24%. Investasi juga meningkat menjadi 44 T selama empat tahun berturut-turut. Pencapaian ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal kedua 2018 mencapai 4,7 %, yang dulu hanya 2% atau 3 %, seperti disampaikan BPS dalam Sidang Kabinet. (222)