KKP Keluarkan Kalender Panen bagi Pembudi Daya Ikan

Kamis, 13 September 2018, 20:23 WIB

Kepala Pusat Riset Perikanan KKP, Toni Ruchimat | Sumber Foto:Citra Indonesia

AGRONET -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengeluarkan rekomendasi berupa prediksi dan skema penanganan budi daya ikan. Para pembudi daya dan pengambil kebijakan diharapkan dapat mensosialisasikan dan menerapkannya di lapangan. 

Kepala Pusat Riset Perikanan KKP, Toni Ruchimat, mengungkapkan rekomendasi ini berdasarkan hasil penelitian di lapangan. Menurut dia terdapat tiga kategori dalam memprediksi kematian ikan, yakni kategori aman, waspada, dan bahaya.

“Pada kategori aman, para pembudi daya keramba jaring apung (KJA) dapat melakukan kegiatan budi daya sesuai standar pada tempat yang telah ditentukan. Kalau dilihat pada kalender sekitar bulan Februari hingga Juli,” jelas Toni di Jakarta, Kamis (13/9).

Toni menuturkan pada kategori waspada sekitar bulan Oktober hingga Januari, pembudi daya diminta untuk mengurangi pakan, kurangi padat tebar ikan dalam KJA. Untuk kategori bahaya, Ia menjelaskan, ada peringatan dini seperti temperatur air di KJA turun yang dapat dilihat dengan alat ukur, oksigen terlarut rendah, ada angin, mendung, dan hujan sepanjang hari.

 “Untuk kategori bahaya ada pada sekitar Agustus dan September. Pada dua bulan ini seluruh pembudi daya diminta memanen ikan yang siap panen, menghentikan kegiatan budi daya, memelihara ikan yang tahan terhadap kondisi perairan yang buruk, dan pindahkan KJA ke tempat yang lebih dalam,” jelasnya.

Toni menambahkan untuk memperbaiki kualitas air dapat menggunakan eceng gondok karena mampu menyerap logam berat dan sisa-sisa pestisida. Sementara untuk mengurangi dampak negatif dari sisa pakan ikan, tutur dia, dapat menerapkan KJA ganda. Ikan yang dipelihara dalam jaring lapis kedua (bagian luar) tidak diberi makan, hanya mengandalkan makanan yang tidak dikonsumsi ikan utama yang dipelihara dalam JPA bagian dalam atau lapis kesatu. (591)

BERITA TERKAIT